Jumat, 01 Oktober 2010

Shishil ku

Aihh... dah lama banget nih ga update blog ini, dah jamuran disana sini, hehehe... Jadi bingung mo tulis apa disini hari ini, mo upload foto juga belum bisa karna card readernya ga tau ada dimana, hehehe...

Jadi, cerita sedikit aja deh tentang Bidadari kecilnya bunda. Dah makin lancar larinya. Bicara juga dah bisa beberapa kata yg mudah mis. ayah, ba (baca:bunda), bebe (baca:bebek), bee (baca:embek, kambing), cica (baca:cicak), num (baca:minum), mamam (baca:makan), abun (baca:sabun), cucu (baca:susu), kaka (baca:kaka; sebutan utk semua yg lebih besar dari shishil). Anggota badannya juga sudah bisa ditunjuk dengan benar tapi masih yang sederhana mis. mata, hidung, telinga, bibir, rambut, kaki, tangan.

Senang banget kalo dibacain buku cerita, sampe2 kalo ada temannya main kerumah langsung deh diambilin buku ceritanya trus dibacain pake bahasa dia [yang dibacain juga dengerin sambil liatin buku yg dipegang shishil, ga tau ngerti apa ngga, hehe]. Udah bisa ganti CD / DVD yang dia mau kalo dia dah bosan sama CD / DVD yang aybun setelin saat itu, walaupun masih kadang terbalik taruh kepingannya, hehe. Paling senang kalo diajak main petak umpet, karna rumah kontrakan kita kecil, jadi gampang banget ketemunya hihi, kalo ga dikamar, dapur or kamar mandi, hehe.

Kalo ayah bundanya lagi ngerjain sesuatu, pasti pengennya ikut nimbrung, mungkin maksudnya bantuin tapi hasilnya malah nambah berantakan. Senang banget kalo liat dompet bunda nganggur karna itu kesempatan shishil untuk keluarin semua isinya termasuk uang recehan. Kalo ayah bunda minta cium pasti ga nanggung2 ciumnya, mulai dari pipi kiri kanan, dahi, hidung, dagu dan bibir dicium semua, hihi. Yang paling bunda senang, kalo ayah bunda lagi makan, dia pasti nimbrung, jadi kesempatan untuk suapin dia makan lagi, karna dia paling senang makan rame2 walaupun sebelumnya udah disuapin sendiri.



Rasanya ga ada capek2nya shishil bikin ayah bunda ketawa tiap hari. Sayangnya liburan lebaran kemarin terasa singkat banget, tau2 dah harus masuk lagi. Apalagi awal oktober ini, si ayah mulai nempatin kantor baru, alhamdulillah dah dapat pengasuh baru yang siap jaga shishil seharian dirumah full. Istirahat kerja, mbah utinya pulang kerumah, mbah akungnya jg sore dah dirumah, jadi bisa gantian jaga shishil kalo mbak'nya dah pulang.

Bunda berharap ga lama lagi bunda bisa full dirumah jagain shishil. Tapi kapan ya hal itu terwujud.... ehmmm....

Ohya... hampir aja lupa. Minal aidin wal faidzin untuk teman2 blogger semua, maaf kalo baru sempat update blog ini, maaf juga kalo belum sempat mampir (ada kerjaan tambahan dari kantor, jd makin ga sempat update blog).

Kamis, 05 Agustus 2010

Promo Agustus 2010

Bulan Juli sudah lewat dan kini mulai masuk bulan Agustus, tapi bisnis onlineku selalu memberikan promo2 yang keren abis. Dan inilah promo untuk bulan Agustus ini...



Sebuah Pouch Paris keren plus OB Relevation Mascara hanya dengan mengumpulkan 75 BP selama periode 5 - 31 Agustus 2010. Total hadiahnya senilai Rp 208.000,- (tidak berlaku kelipatan) dan akan diberikan di bulan September saat order pertama minimum Rp 175.000,-

Keren kan pouch'nya... dikejar yukk... ^_^

d'BC Network

Rabu, 04 Agustus 2010

Kisah 'Salah Ambil Bayi' di Rumah Sakit

Dua tahun lalu, Dimas Aliprandi dan Elton Plaster masih belum saling mengenal. Namun, kedua pria di Brazil itu akhirnya sadar bahwa mereka, secara tidak sengaja, tertukar orang tua lebih dari 20 tahun lalu. Dengan kata lain, berkat keteledoran pihak rumah sakit, orang tua Dimas dan Elton saat itu salah mengambil bayi.

Penemuan fakta yang mengejutkan itu tidak membuat Dimas dan Elton menjadi bermusuhan. Sebaliknya, kedua pria itu menjalin hubungan yang sangat erat dengan melibatkan keluarga masing-masing.

Sama-sama berusia 25 tahun, Dimas dan Elton kini tinggal dan bekerja di daerah yang sama. Mereka pun sama-sama membantu orang tua masing-masing mengelola perkebunan sayur dan kopi di Brazil bagian tenggara.

Perasaan aneh pertama kali menimpa Dimas. Dia merasa janggal dengan keempat saudara perempuannya. "Ada sesuatu yang berbeda," kata Dimas saat dihubungi kantor berita Associated Press lewat telepon. "Saya berambut pirang dan bermata biru, sementara saudara-saudara kandung saya berambut dan bermata hitam," lanjut Dimas.

Dia pun merasa punya ciri-ciri khas seperti imigran asal Jerman, sementara semua saudara kandung dan orang tuanya berdarah Italia. "Maka, ada yang tidak beres," kata Dimas.

Saat berusia 14 tahun, Dimas merasa kian curiga akan asal-usul dirinya ketika mentonton suatu siaran berita di televisi bahwa ada kasus bayi-bayi tertukar di rumah sakit. Gara-gara keteledoran pihak rumah sakit, orang tua salah memulangkan bayi yang mereka kira adalah anak kandung.

"Saya waktu itu bilang ke ayah mengenai kecurigaan itu dan saya ingin melakukan uji DNA. Namun biayanya saat itu sangat mahal," kata Dimas. Uji DNA baru dilakukan Dimas sepuluh tahun kemudian. Dalam suatu tes Desember 2008, kecurigaan Dimas akhirnya jadi kenyataan. Orang tua yang membesarkan dia selama ini ternyata bukanlah ayah dan ibu kandung.

Orang tua Dimas, Antonio dan Zilda Aliprandi, pun terkejut melihat hasil tes itu. Awalnya, mereka berusaha tidak percaya. Namun, pada akhirnya, mereka sepakat untuk membantu Dimas mencari orang tua dia yang sebenarnya.

Penelusuran dimulai di Rumah Sakit (RS) Madre Regina Protmann, tempat Dimas lahir. "Saya menunjukkan pihak rumah sakit hasil tes DNA dan mengatakan bahwa mereka saat itu memberi bayi yang salah kepada orang tua yang selama ini membesarkan saya," kata Dimas.

Pihak RS pun merasa skeptis dan meminta Dimas kembali menjalani tes DNA. Tiga bulan kemudian, tes kedua kembali dijalani Dimas dan hasilnya pun sama dengan yang pertama.

Tak bisa lagi mengelak, pihak RS kemudian menelusuri arsip kelahiran. Menurut penemuan mereka, ada seorang bayi laki-kali yang lahir pada tanggal yang sama dengan kelahiran Dimas.

Bayi itu bernama Elton Plaster dan kini berusia sama dengan Dimas. Maka berangkatlah mereka ke tempat tinggal Elton bersama kedua orang tuanya yang terletak di desa Santa Maria de Jetiba. Desa itu berjarak 45 km dari rumah Dimas di Joao Neiva.

Atas permintaan Dimas dan kedua orang tua asuhnya, keluarga Plaster pun sepakat melakukan tes DNA kepada Elton. Hasilnya sungguh menakjubkan."Mereka [keluarga Plaster] menyadari bahwa Elton adalah putra biologis dari pria dan perempuan, yang selama 24 tahun saya panggil Ibu dan Ayah," kata Dimas. "Sementara itu, Elton juga baru tahu bahwa pasangan yang selama ini dia anggap sebagai orang tua kandung ternyata merupakan ayah dan ibu saya," lanjut Dimas.

Namun penemuan yang mengejutkan itu tidak menimbulkan prahara. Bahkan, Dimas dan Elton beserta masing-masing orang tua mereka kini menjalin hubungan yang akrab. "Malahan, ini membuat dua keluarga jadi bersatu," kata Dimas. "Elton dan saya ingin tetap tinggal dengan orang tua yang masing-masing telah membesarkan kami. Namun, kami berdua juga ingin tinggal berdekatan dengan orang tua biologis masing-masing. Kami ingin memperbesar keluarga," lanjut Dimas.

Maka, sekitar setahun yang lalu, Dimas dan kedua orang tua yang mengasuhnya menerima tawaran dari keluarga Plaster untuk pindah ke lingkungan mereka. Suatu lahan disediakan keluarga Plaster bagi keluarga Aliprandi untuk membangun rumah. "Ini yang seharusnya terjadi," kata Adelson Plaster, orang tua asuh Elton, kepada stasiun televisi Globo TV.

"Kami semua kini tinggal bersama dan saya merasa memiliki dua putra yang tinggal dan bekerja bersama," lanjut Adelson.

Dimas dan Elton pun sama-sama merasa mendapat berkah dari situasi yang mengejutkan itu. "Tidak semua orang bisa berkata punya dua ayah dan dua ibu yang tinggal bersama-sama," kata Dimas. (Associated Press)

Rabu, 28 Juli 2010

Cinta Ibu Menentukan Watak Anak

Di usia balita, bukan hanya kebutuhan gizi saja yang wajib menjadi perhatian para orangtua. Inilah saat yang paling tepat menanamkan rasa cinta dan kasih sayang karena dampaknya akan terus terbawa hingga dewasa.

Meski bayi belum dapat membalas ucapan ayah ibunya, ia dapat menangkap rasa cinta yang disampaikan melalui tatapan, usapan, dan pelukan. Dan, ekspresi cinta yang ditangkapnya akan menjadi modal baginya untuk mengembangkan kekuatan emosional yang kelak membantunya mengatasi stres.

Karena itulah, para pakar menilai ikatan batin antara ibu dan anak menjadi kunci yang menentukan apakah seseorang akan tahan uji melewati berbagai fase kehidupan. Namun, sikap kasih sayang yang ditunjukkan secara berlebihan juga tidak disarankan karena bisa membuat anak merasa terganggu dan malu, terutama ketika anak mulai beranjak besar.



"Kasih sayang yang dicurahkan orangtua kepada anak bukan hanya mengurangi stres, tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan sosialnya yang kelak membantunya di usia dewasa," kata Dr Joanna Maselko.

Dalam risetnya, Maselko dan timnya mengamati 500 orang di Amerika sejak mereka bayi hingga dewasa. Ketika para responden itu masih bayi, peneliti menilai respons ibu mereka terhadap emosi dan kebutuhan anak. Misalnya menilai apakah terdapat interaksi yang hangat antara keduanya.

Tiga puluh tahun kemudian, para peneliti meminta para responden yang kini sudah dewasa itu untuk mengikuti survei mengenai emosi dan perasaan. Ternyata, responden yang dilimpahi kasih sayang oleh ibunya mampu mengatasi tekanan hidup secara lebih baik. Mereka juga mampu mengatasi kecemasan dan emosi negatif.

Dr Terri Apter, psikolog dari Cambridge yang sering melakukan studi mengenai hubungan ibu dan anak, mengatakan, orangtua harus bersikap responsif terhadap kebutuhan anak. "Setiap bayi lahir tanpa tahu bagaimana mengatur emosi mereka. Mereka mempelajari emosi dari kesusahan dan juga ketenangan yang didapatnya," katanya.

Ibu yang responsif, lanjut Terri, paham apakah perhatian yang diberikannya sudah cukup atau kurang. "Ibu yang responsif bukan cuma tahu kapan harus memberi perhatian, tetapi juga kapan harus menjaga jarak," ujarnya.

****

sumber : kompas

Kamis, 22 Juli 2010

My Father ...

Kata orang kedewasaan seseorang itu tergantung dari faktor usia, benarkah demikian?? Postingan ini khusus ditujukan untuk seorang laki-laki hebat yang dulu begitu mendominasi hidupku, laki-laki yang berjuang sekuat tenaga agar keluarganya dapat hidup dengan mapan; yang tak lain adalah ayahku sendiri.

Beliau adalah sosok yang ambisius mengejar cita-cita, punya semangat kerja yang tinggi, hingga selalu menjadi tangan kanan Big Boss nya dimanapun beliau bekerja. Karena itu ga heran jika ada orang-orang tertentu yang tidak menyukai beliau, padahal kesuksesan-kesuksesan beliau adalah hasil kerja keras beliau sendiri yang tentunya bukan dengan cara-cara kotor.

Aku sendiripun ga heran jika ada teman beliau yang ternyata dibelakangnya menikam dengan cara yang kotor, biasanya kalo sudah begini bisa dipastikan beliau langsung buat surat pengunduran diri secepatnya. Setengah ga peduli dengan keluarganya, yang penting secepatnya pergi dari situ dan cari kerja ditempat lain yang lebih nyaman. Pernah selama hampir 3 tahun aku menjadi tulang punggung keluarga, karna beliau belum mendapatkan pekerjaan yang lain, terpaksa aku yang membiayai sekolah adikku hingga tuntas. Walaupun gaji yang kuterima masih minim tapi alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan keluarga kami.

Alhamdulillah sejak aku menikah, ekonomi keluargaku berangsur2 membaik, bahkan bisa dibilang lebih dari cukup. Adikku Astri udah punya penghasilan sendiri, jadi otomatis ga ada lagi tanggungan. Hingga akhirnya Allah menitipkan kembali amanah-Nya di tengah-tengah keluarga kami, seorang bayi mungil yang cantik bernama 'NASSITA PRAMESTY' yang lahir tanggal 12 Juni 2010 lalu.

Kedatangan Nassita sungguh kami sambut dengan hati gembira, hanya saja ujian itu datang kembali. Disinilah masalah yang aku pertanyakan diawal tadi, apakah kedewasaan seseorang itu tergantung dari faktor usia??

Tiba-tiba muncul seseorang yang bermarga 'Sinaga' dikantor ayahku, dia yang entah kenapa begitu membenci ayahku, hingga bersekongkol dengan orang 1 Dept ayahku (HRD Dept karna kebetulan ayahku HRD Manager). Dia (Sinaga) yang menjabat sebagai Kepala Pabrik tiba2 memutasi ayahku, tidak tanggung2 langung ke bagian terendah; yaitu Security (maaf bukan bermaksud merendahkan orang2 Security) alias Satpam. Begitu dimutasi langsung diberikan seragam Satpam lengkap dengan nama Kries M. tertera diseragam itu [yang artinya semua itu sudah direncanakan dengan matang].

Semua itu dilakukannya tanpa sepengetahuan Big Boss yang sedang ke Luar Negeri, makanya surat mutasi itu pun tanpa tanda tangan Big Boss langsung. Tidak berhenti disitu saja usahanya untuk membuat ayahku ga betah dikantor, Dia pun memerintahkan karyawan yang lain (hingga Satpam yang lain) untuk menjauhi ayahku (dikucilkan), bahkan ayahku yang biasa kerja 8 to 4 dipindahkan jam kerja ke 7 to 7 tanpa lemburan. Bagaimana tanggapan ayahku menerima semua ketidakadilan itu??

Awalnya ayahku pun langsung berfikir untuk resign, tapi semua keluargaku (mama, adik, aku, bahkan suamiku) mencoba untuk mengetuk hati ayahku, kasian Nassita jika dikorbankan. Alhamdulillah beliau masih diberi kesabaran dan kekuatan oleh Allah SWT hingga bisa bertahan sampai saat ini. Mungkin juga karna semua karyawan disitu empati pada ayahku, mereka yang sejak awal loyal terhadap ayahku karna ayahku pun memang dekat dengan semua karyawan; ga berubah sedikit pun sikap mereka terhadap ayahku, mereka juga tau siapa yang zalim dan siapa yang dizalimi, sungguh perhatian mereka merupakan kekuatan tersendiri untuk bertahan.

Tapi sebagai anak yang tau sifat dan watak ayahku, sungguh miris dan terluka hatiku melihat ayahku direndahkan dan dipermalukan seperti itu [sebelumnya pernah ada masalah juga, tapi ayahku hanya dipindah Departemen]. Walaupun untuk ujian kali ini beliau lebih tegar, semuanya dijalanin dengan tabah, ga buru-buru resign. Alhamdulillah banget, ternyata kedatangan Nassita membawa pengaruh positif untuk ayahku. Apa karna pengaruh usia ya?? hehehe

Karna itu aku semakin bangga dengan ayahku, beliau tetap akan menjadi salah satu laki-laki hebat dalam hidupku (disamping suamiku tercinta tentunya). Semangat ya ayahku, jangan pernah menyerah, Allah tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan merajalela, Allah pun tidak akan menyia-nyiakan kesabaran kita, Nassita pasti akan tumbuh menjadi anak yang bahagia karna dikelilingi oleh orang2 yang menyayanginya dengan tulus (aku berharap shishil pun begitu).

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...