Tampilkan postingan dengan label Dunia anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

Perselisihan pada anak

Pernah liat anak yang hobby menjahili temannya? Atau malah anak kita termasuk yg suka menjahili temannya? Atau korban kejahilan temannya?

Kayaknya hal begini ga akan pernah bisa dihindari ya mom, mama, bunda... Bahkan shishil yg masih Preschool sudah mengalami hal diatas. Bedanya shishil yg menjadi korbannya (maklum shishil skrg ini belum punya temen berantem dirumah, jd blm pernah belajar jahil menjahili teman itu), dan hal itu terjadi disekolah. Pernah jg sampe nangis dan begitu bunda lihat, ternyata ada bekas cakaran dipipinya. Para guru disekolah sih pastinya ga tinggal diam ya, tapi apa iya bunda musti ngajari utk balik mencakar anak tsb juga..?? Keknya sih ga mungkin ya...

Jadi ceritanya tuh ada 1 anak disekolahnya shishil yg hiperaktif bgt, ga bs diem, lari-lari terus, kalo ga nakalin jahilin anak dimeja sini, udh pasti dimeja sana. Padahal anaknya cewek loh, manis lagi, Syifa namanya. Mamanya jg ga pernah ngajarin seperti itu, malah selalu jd orang pertama yg nyuruh Syifa utk minta maaf ke temen yg udah dibikin nangis. Tapi ya namanya manusia, seketat2nya dia ngawasin anaknya biar ga bikin nangis anak lain, tetep aja pasti ada lengahnya jg. Ga terkecuali mamanya Syifa ini. Jadi menurut bunda, bukan cuma tugas mamanya Syifa aja yg hrs menjaga anaknya biar ga nakalin anak lain, tapi tugas ibu2 yg lain jg, minimal jd penengahlah kalo diliat arahnya bakal ke kekerasan (mukul, cakar, jambak, dorong, dsb).

But.. tetep aja selalu ada yg lepas dr pengawasan, alias tetep aja ada yg nangis. Seperti suatu ketika seorang anak kalem bin pendiam bernama Yola yg jadi korbannya. Dimaklumi sih jika ibunya marah besar, dan imbas kemarahannya bukan cuma ke pengasuhnya Yola, tp juga ke para guru dan pastinya ke mamanya Syifa. Sampe ngalah2in ijin 1/2 hari kerja cuma untuk ngelabrak mamanya Syifa, ga puas krn ternyata Syifa ga sekolah krn sakit, akhirnya keesokan paginya nekad nelpon mamanya Syifa (ga tau deh dpt nomor hp dr siapa). Ngomongnya pun kasar, 'bisa ga sih ngurus anak? udah tau anaknya nakal koq ga diawasin, bla bla bla...' kebayang donk mamanya Syifa nangis bombay pagi itu, dan buat papanya Syifa marah (akhirnya antar orangtua jd ribut kan). Papanya Syifa pun blg ke mamanya, 'siapa bilang kamu ga bisa urus anak mah? lawong km itu ngurus anak 24 jam sehari, ngurus rumah jg 24 jam sehari, dibanding dia yg anaknya diurusin pembantu, dianter sekolah pembantu, ditungguin sekolah jg sm pembantu, buat apa punya ibu,,?'

Astaghfirullah.. akhirnya jd pada ribut kan para orangtua itu.. Mamanya Yola msh beruntung, abis marah2 ke mamanya Syifa ga perlu pusing krn ga pernah ke sekolah kl bukan acara yg super duper penting, lha kalo spt bunda yg tiap sekolah musti anter, nungguin smp pulang sekolah gmn?? Apa iya bunda selamanya musti ga tegur-teguran dg mamanya Syifa? Apalagi setau bunda, yang namanya anak-anak itu, biarpun saat ini mereka bertengkar; dijamin 5 menit lagi udah main bareng lagi, ketawa bareng lagi, lari-lari bareng lagi deh. Nah kl anak2 udah pd akur, apa para orangtua jg akan semudah itu akur lagi? Apa malah ga keki mo negur duluan..??

Ahh... ternyata jd orangtua itu emang ga mudah ya, musti mau ngalahin ego sendiri. Bunda percaya tiap ibu pasti ingin melindungi anaknya dan ga rela anaknya disakiti oranglain, tapi jika banyak resiko yg kelak akan muncul, apa iya ego itu tetap harus dipertahankan? Jika ada solusi yg baik sambil tetap berusaha mencegah hal tsb tidak terulang lg, apa itu bukan yg terbaik?

Makanya pas shishil dibuat nangis oleh Syifa, dan Syifa udah minta maaf, bunda cm bisa bilang ke shishil 'cici (panggilan shishil) mau maafin Syifa kan, Syifa kan temennya cici, maafin ya, Syifa kan ga sengaja, ga enak kan nanti jd berkurang temennya, cici kan anak baik, anak baik itu mau maafin temennya'. Dan alhamdulillah shishil mau dengerin bunda, alhasil ga lama udah pada lari-lari bareng lg deh :) malah dg sok tua-nya shishil blg ke Syifa 'syifa ga mukul-mukul lagi ya' hehehe... padahal ga ada yg ajarin dia blg begitu loh :)

Jadi ya begitu deh, ketika anak berselisih dg temannya, tugas orangtualah menjadi wasit/penengah, atau bisa jg menjadi humas yg akan menjelaskan ke orgtua anak yg berselisih dg anak kita ttg perilaku anaknya (tentunya dg bahasa yg santun ya), bukan malah mengajari anak utk menjauhi dan menghindari temannya tsb. Karna dari situlah anak akan belajar banyak. Bagi yg mjd korban, dia akan tau bahwa dipukul (misal) itu sakit, jd dia akan berusaha utk ga melakukan yg sama ke temannya yg lain. Bagi yg melihat, tentunya setelah diberi penjelasan bahwa hal itu bukan perbuatan yg baik dan tdk boleh ditiru, dia akan memahami. Bagi si pelaku jg, jika terus menerus diberi lingkungan yg positif, bukan mustahil dia akan berubah nantinya.

Kasian kan kalo suatu saat anak spt Syifa dijauhi teman-temannya hanya krn dia suka main kasar, bunda ga bs bayangin kl hal itu terjadi pd shishil. Gimana sedihnya dia kl ga ada lagi yg mau main sama dia. Seperti bunda yg ga ingin hal itu terjadi di shishil, bunda yakin ibu yg lain pun menginginkan hal yg sama. Bener ga mom, mama, ibu, bunda..???

Duhh kayaknya nih postingan udah melantur kemana-mana. Maaf ya kalo kepanjangan hehe... Kira-kira para mommy, ibu, mama, bunda yg lain pernah mengalami hal yg sama..?? Bisa tolong sharing / kasih saran jika ada yg berbeda pandangan dg bunda dlm menyikapi hal ini?? Sok, monggo, silakan... :)

Senin, 22 November 2010

Rahasia Parenting Nabi Ibrahim

Remaja itu masih berumur belasan tahun. Namun kepribadiannya telah matang. Dewasa. Jauh melampaui usia biologisnya.

Kedewasaan karakter itu tercermin dari logika keimanannya yang sempurna. Maka, begitu tahu bahwa penyembelihan dirinya adalah perintah Allah, ia menjawab dengan tenang: "Hai ayahku... kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" (QS. Ash-Shaaffaat : 102)

Jika hari ini banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya tidak berbakti pada mereka, Ibrahim bukan hanya mendapati Ismail berbakti. Lebih dari itu Ismail pada usia remaja telah membaktikan dirinya tanpa reserve kepada Dzat yang memerintahkan berbakti kepada orang tua. Meskipun nyawa sebagai taruhannya.

Kita mungkin beralasan, bahwa Ibrahim dan Ismail adalah nabi. Tak bisa disamakan dengan manusia biasa. Memang itu benar adanya. Akan tetapi, bukankah salah satu gelar yang dianugerahkan Allah kepada Ibrahim adalah uswatun hasanah? Maka, dalam dunia parenting pun Ibrahim mencatatkan keteladanan bagi umat manusia sesudahnya. Lalu, apa rahasia parenting nabi Ibrahim?

Menjadi Orang Tua yang Baik

Sebelum dianugerahi Ismail, Ibrahim telah menyiapkan diri menjadi orang tua yang baik. Perjuangan melawan penyembahan berhala di masa muda, hingga keteguhannya berdakwah di masa tua mencerminkan keshalihan yang luar biasa. Keimanan yang sempurna juga tampak dari keberaniannya menghadapi bahaya dan kesegeraannya menjalankan perintah Allah tanpa menunda-nunda.

Istrinya yang bernama Hajar juga menyiapkan diri menjadi ibu yang baik. Dengarlah kalimatnya ketika ia bersama Ismail –yang masih bayi- ditingalkan Ibrahim di pegunungan Faran yang kini kita kenal dengan Makkah Al-Mukarramah: “Apakah Allah yang memerintahkan hal ini?” Mendengar jawaban iya dari sang suami, ia menzahirkan keimanan yang kokoh: “Kalau begitu, Allah takkan menyia-nyiakan kami.”

Pendidikan anak yang sukses bukan dimulai setelah anak itu lahir. Apalagi menunggunya sampai usia masuk sekolah. Dalam Islam, pendidikan anak bahkan dimulai sebelum anak itu berada di dalam rahim sang ibu. Karenanya, Rasulullah memerintahkan memilih pasangan hidup karena pertimbangan agama.

"Dengan demikian," kata Abdullah Nasih Ulwan dalam Tarbiyatul Aulad, "pendidikan anak dalam Islam harus dimulai sejak dini. Yakni dengan pernikahan ideal yang berlandaskan prinsip-prinsip yang secara tetap mempunyai pengaruh terhadap pendidikan dan pembinaan generasi."

Lalu bagaimana jika keluarga itu telah terbentuk dengan permulaan yang tidak ideal? Alih-alih membubarkannya, kita hanya perlu memperbaikinya. Masih ada waktu. Jika kita menginginkan anak-anak yang baik, jadikanlah diri kita terlebih dahulu sebagai (calon) orang tua yang baik. Jika kita merindukan anak-anak yang berbakti, jadikanlah diri kita menjadi orang tua yang pantas dihormati dan mendapatkan bakti.

Kekuatan Doa

Jauh sebelum Ismail lahir, Ibrahim selalu berdoa kepada Allah; bukan hanya bermunajat agar dikaruniai anak karena kini ia telah berusia tua, tetapi bermunajat agar dikarunia anak yang shalih. "Ya Rabbi...," demikian doa Ibrahim sebagaimana dicantumkan dalam QS. Ash-Shaaffaat ayat 100, "anugerahkanlah kepadaku (anak) yang termasuk orang-orang yang shalih."

"Doa adalah senjata mukmin," sabda Rasulullah SAW ribuan tahun kemudian. Maka untuk mendapatkan anak yang shalih, senjata itu harus dipakai setiap orang tua muslim. Menjadikan anak menjadi shalih berarti mengubah hati. Sedangkan penguasa hati adalah Allah. Kalau bukan Allah yang mengubahnya, kepada siapa lagi kita menyerahkan urusan yang luar biasa besar ini?

"Banyak orang tua yang berhasil mendidik anaknya bukan karena kepandaiannya mendidik anak," tutur M. Fauzil Adhim dalam Saat Berharga untuk Anak Kita, "tetapi karena doa-doa mereka yang tulus. Banyak orang tua yang caranya mendidik salah jika ditinjau dari sudut pandang psikologi, tetapi anak-anaknya tumbuh menjadi penyejuk mata yang membawa kebaikan dikarenakan amat besarnya pengharapan orang tua."

Bermusyawarah

Inilah tradisi parenting Nabi Ibrahim. Ia mengajak anaknya bermusyawarah, meskipun dalam persoalan kewajiban yang diketahuinya perintah Tuhan. Kita pun kemudian terkenang dengan kalimat Ibrahim yang dikabarkan Al-Qur'an dalam bahasa yang menyentuh: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" (QS. Ash-Shaaffaat : 102).

"Ibrahim tidak mengambil anaknya dengan paksa untuk menjadikan isyarat Rabbnya itu hingga cepat selesai," tulis Sayyid Quthb dalam Fi Zhilalil Qur'an ketika menafsirkan ayat ini, "Tapi... menyampaikan hal itu kepada anaknya seperti menyampaikan sesuatu hal yang biasa."

Anak yang biasa dimintai pendapatnya, ia akan merasa dirinya penting dan berharga. Sebuah emosi positif yang sangat mendukung perkembangan kecerdasannya. Anak yang diajak bermusyawarah dan didengarkan apa keinginannya, -kalaupun kurang tepat kemudian diarahkan- akan tumbuh kepercayaan dirinya. Ia menjadi subyek, bukan obyek. Dan itulah yang dilakukan Ibrahim pada Ismail. Wallaahu a'lam bish shawab.

****
sumber : muchlisin.blogspot.com

Rabu, 02 Juni 2010

Hindari Lubang di Gigi Susu

Gigi sehat dan rapi? Memang enak dilihat dan dipandang. Sakit gigi? Ah, sangat tidak nyaman. Rasanya senut-senut, kepala pun ikut berdenyut. Nah, bayangkan jika si kecil yang mengalaminya. Ia pasti menjadi rewel. Apalagi dia belum bisa mengutarakan rasa sakitnya itu.

Lantaran itu, kendati gigi susu akan tanggal tidak berarti para ibu boleh mengabaikan perawatannya. "Kerusakan yang terjadi pada gigi susu bisa berakibat buruk pada gigi permanen," ujar Prof.Dr.drg.Ismu Suharsono Suwelo, SpKGA, guru besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.


SEJAK DI PERUT

Gigi pada bayi sebenarnya sudah terbentuk sejak ia masih dalam kandungan. Bahkan, gigi permanen pun sudah terbentuk. "Pada trimester pertama, gigi-gigi ini sudah ada. Hanya saja munculnya nanti setelah anak berusia 5-6 tahun," terang Prof. Ismu, yang juga berpraktek di RSIA Hermina.

Tak pelak lagi, faktor gizi ibu hamil turut mempengaruhi pertumbuhan gigi. Itu sebabnya ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan sehat yang sarat kandungan gizi terbaik. Kalsium dan fosfor adalah bahan penting untuk pembentukan gigi. Kedua zat ini banyak ditemukan pada susu. Sedangkan flourida diperlukan untuk penguat gigi. Begitu juga vitamin C dan D.

Kecuali itu, ibu hamil pun jangan sembarangan menelan obat-obatan. Karena obat semacam tetrasiklin mengakibatkan kerusakan warna gigi dan melemahkan gigi. Ada baiknya ibu hamil diberikan flour secara khusus. Begitu juga setelah bayi lahir. "Tentu dengan dosis yang tepat. Flour ini akan mencegah munculnya kerusakan gigi," papar Prof. Ismu.


GIGI PERTAMA

Umumnya gigi pertama bayi muncul saat ia berusia 6 bulan. Ada yang lebih cepat, sekitar umur 4 bulan, ada pula yang baru muncul ketika menginjak usia 15 bulan. Para ibu tak usah khawatir, karena tiap bayi memang berbeda. Kecuali jika sudah melewati masa itu belum juga tumbuh, maka diperlukan konsultasi dengan dokter gigi.

Gigi susu pertama muncul di bagian tengah bawah depan. Kemudian baru gigi seri tengah atas. Bisa juga terjadi sebaliknya. Lantas, 4 buah gigi seri samping atas dan bawah. Pada usia 12-24 bulan, muncul 4 buah gigi geraham atas dan bawah sebelah depan, 4 buah gigi taring bawah atas, serta 4 buah gigi geraham atas dan bawah sebelah belakang. Jumlahnya ada 20 buah.

"Pertumbuhan gigi susu akan berhenti pada saat usia 3 tahun," jelas Prof. Ismu lebih lanjut. Lantas, satu per satu akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen saat si kecil menginjak usia 5 atau 6 tahun. Gigi permanen berjumlah 32 buah. Dan yang terakhir muncul adalah gigi bungsu, pada usia 19 tahun.


BIKIN DEMAM

Saat gigi susu si kecil tumbuh, ada tanda-tanda khusus yang perlu diketahui oleh orangtua. Umumnya bayi lebih rewel karena tumbuh gigi merupakan saat yang tidak menyenangkan. Gusi terasa sakit dan gatal. Bahkan, pada beberapa bayi muncul demam saat tumbuh gigi. Sekalipun ini diragukan kebenarannya, karena kenyataannya anak di bawah usia satu tahun sering terkena infeksi virus, yang mungkin saja berbarengan dengan tumbuhnya gigi. Jadi, penyebab demam bukan karena tumbuh gigi, melainkan infeksi virusnya.

Bayi dengan pipi berwarna merah patut dicurigai giginya sedang tumbuh. Gusi bayi pun merah dan agak bengkak. Tanda lain, bayi akan banyak mengeluarkan air liur saat giginya tumbuh. Dan juga muncul ruam-ruam di sekitarnya.

Yang merepotkan, si kecil biasanya kehilangan nafsu makan saat giginya tumbuh. Maklum, ia merasa tidak nyaman akibat rasa gatal di sekitar mulut. Untuk mengatasi hal tersebut, berikanlah makanan lunak dan agak dingin untuk si kecil.

Kemudian bantulah mengatasi ketidaknyamanannya dengan cara menekan-nekan bagian rahangnya. Tekanlah dengan lembut menggunakan jari-jari tangan. Tapi ingat, jaga jangan sampai kuku Anda melukai wajahnya. Berilah si kecil mainan atau buah dan sayuran, seperti apel dan wortel, untuk digigit-gigit. Gigitan ini untuk mengalihkan rasa gatal yang muncul di sekitar gigi yang akan muncul. Tapi jangan lupa untuk mencuci bersih mainan dan makanan tersebut. Jangan biarkan si kecil menggigit-gigit jari tangannya sebab ini bisa merupakan awal kebiasaan buruk.


KERUSAKAN GIGI

Kendati gigi susu akan tanggal, ia tetap memerlukan perawatan yang benar sebab kerusakan pada gigi susu berjalan lebih cepat dibandingkan pada gigi tetap. Apalagi kerusakan itu mudah sekali menjadi karies yang rampant (ganas). Proses karies yang ganas akan cepat menjalar dari email ke dentin sampai pulpa.

Kecuali itu, kerusakan gigi susu juga mempengaruhi pertumbuhan gigi permanen si kecil. Data menunjukkan, 9 dari 10 anak balita menderita kerusakan gigi. "Dan setiap anak rata-rata menderita 7 lubang dari 20 giginya," tegas Prof. Ismu.

Struktur gigi geligi memang ditentukan oleh faktor keturunan. Sedangkan kerusakan gigi terjadi akibat perawatan yang tidak tepat. Makanan juga memegang peranan penting. Yang gampang merusak gigi adalah makanan yang mengandung gula dan tepung.

Bakteri yang hidup karena adanya gula dan tepung tersebut, menimbulkan kerusakan gigi. Pasalnya, bakteri ini memproduksi asam yang akan merusak lapisan yang melindungi gigi. Bakteri tak akan berhenti sampai lapisan gigi, tapi akan terus menembus bagian yang lunak dari gigi. Bakteri ini dapat hidup sekalipun tak ada udara di dalamnya, tapi tetap butuh gula dan tepung. Dan, dalam waktu tidak lebih dari sehari, gula dan tepung yang tersisa pada gigi ini bisa mengakibatkan lubang pada gigi.

Mustahil sekali seorang ibu bisa tega melarang anaknya sama sekali tak mengkonsumsi jenis makanan manis, seperti gula, coklat. Lantaran itulah, mengendalikan anak dalam mengkonsumsi jenis makanan adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan tersebut juga tak kalah pentingnya.

Perawatan sejak dini bisa menghindarkan si kecil dari kerusakan gigi yang lebih parah. Misalnya ke tulang di bawah gigi dan ke rongga yang berisi pembuluh darah di bawah lapisan email gigi, yang dapat menimbulkan radang dan pembengkakan.

Biasakanlah anak untuk minum air putih seusai makan. Untuk yang lebih besar, ajari anak berkumur dengan air tersebut. Kemudian, bersihkan gigi bayi dengan kain kasa yang telah dibasahi air hangat. Ajarkan anak menyikat giginya. Awali dengan sikat tanpa pasta, kemudian sedikit demi sedikit beri pasta gigi dengan berbagai rasa yang disukai anak. Kegiatan membersihkan gigi ini minimal dua kali sehari, sesudah sarapan pagi dan menjelang tidur.


Riesnawiati Soelaeman
www.tabloidnova.com

Selasa, 25 Mei 2010

Cara Mengatasi Gangguan Tidur pada Bayi


Bayi dan Anak Juga Dapat Mengalami Gangguan Tidur?

Ya, bayi dan anak juga dapat mengalami gangguan tidur. Dan Masalah tidur pada anak-anak lebih mudah untuk dicegah daripada diobati. Tapi bila hal tersebut sudah terjadi pada anak anda, jangan kuatir, penanganan masalah ini adalah dengan kesabaran dan ketekunan.

Apakah anak anda mengalami gangguan tidur?

Mengetahui apakah anak anda mengalami gangguan tidur? Sebelumnya kita perlu mengetahui bahwa lamanya waktu tidur tergantung dari usia bayi atau anak anda. Seorang bayi yang baru lahir sampai kurang lebih usia 3 bulan akan memerlukan waktu untuk tidur hampir seharian (> 20 jam/hari). Anak-anak akan memerlukan waktu untuk tidur selama 8-14 jam tergantung dari usia anak tersebut. Tapi tentu saja hal ini berbeda-beda tergantung juga dari anak yang bersangkutan

Anda sebaiknya mulai melihat bahwa bayi anda mempunyai masalah tidur, bila bayi anda:

– Terbangun hampir setiap malam;
– Mempunyai jam tidur yang hampir sama dengan anda;
– Tidur terus pada siang hari ;
– Atau mempunyai temperamen yang buruk karena kurang tidur pada malam harinya.

Jadi apakah bayi atau anak anda mempunyai gejala diatas----jangan berkecil hati selalu ada jalan mengatasi semuanya.

Apa yang dapat dilakukan, bila bayi anda mempunyai masalah gangguan tidur?

Yang pertama adalah periksakan bayi anda ke dokter untuk memastikan tidak adanya kelainan medis yang membuat bayi anda tidak dapat tidur.

Setelah kita sudah menyingkirkan bahwa tidak ada kelainan secara medis pada bayi anda, maka hal terpenting yang anda harus lakukan adalah menciptakan waktu rutin tidur yang baik yang dimulai sejak bayi kecil. Dan ini memerlukan kesabaran dan ketekunan anda.


Dibawah ini terdapat beberapa petunjuk untuk menciptakan waktu tidur yang baik bagi bayi anda;

* Berusahalah menidurkan bayi anda pada jam yang kurang lebih sama setiap malam, hal ini akan menciptakan kebiasaan waktu rutin tidur yang baik buat bayi anda, mulailah sejak bayi kecil.

* Jangan membangunkan bayi anda hanya untuk ditimang-timang dan dikagumi orang.

* Bedakan antara tidur dan tidak tidur, sehingga bayi akan belajar bahwa tidak tidur berarti makan, bermain, dan ditemani; dan tidur berarti tidur. Jadi pastikan bahwa ia tidak tidur selagi makan. Dan buatlah aturan jam makan yang teratur untuk bayi.

* Tidurkan bayi pada ruangan yang cukup hangat dan tenang, jangan membiasakan bayi anda tertidur setiap malam, diruangan tamu, dengan televisi dan ditemani; diayun-ayun atau selalu tertidur dipangkuan anda, sebab sewaktu ia terbangun ditengah malam dan tidak mendapati rutin tidur yang ia kenal, ia akan sulit untuk tidur kembali.

* Sesudah menidurkan bayi anda, bukalah pintu kamar sedikit sehingga bayi dapat mendengar bunyi-bunyi dirumah dan tidak merasa sendirian dan terasing.

* Jika bayi anda menangis,pergilah kepadanya cepat-cepat, tetapi ingat jangan langsung mengendongnya kecuali kalau ada yang tidak beres atau memang sudah waktu untuk makan. Karena jika anda membiarkan bayi anda menangis, ia menjadi ketakutan bahwa anda tidak berada disisinya dan menjadi lebih tertekan, tetapi jika anda langsung mengendongnya maka ia akan belajar bahwa menangis berarti digendong.

* Berikan sesuatu untuk digunakan pada waktu tidur dan menjadi sesuatu untuk diasosiasikan dengan tidur, berikan barang yang dapat diganti karena kalau tidak, bila ia kehilangan barang itu, ia tidak dapat tidur. Misalnya selimut, kaos atau popokyang tipis dsb.

* Jadi ciptakanlah waktu tidur yang rutin dan meletakan bayi anda ditempat tidur sewaktu ia belum tidur, dengan mainan kesayangan jika ada, sehingga ia akan mengasosiasikan tidur dengan tempat tidur, dalam ruangan tersebut, dengan mainan tsb, dan belajar untuk tidur sendiri. Jadi apabila ia terbangun pada tengah malam, segala yang ia asosiasikan dengan tidur ada disana, dan ia akan tidur kembali.

Bayi datang ke dunia ini tanpa gambaran seperti apakah dunia ini, oleh karenanya lebih mudah bagi bayi untuk menyesuaikan diri dengan cara anda daripada anda menyesuaikan diri dengannya.

Dr. Suririnah
untuk di web,untuk di web,untuk di web

Selasa, 11 Mei 2010

Ayah.. Maafkan Dita..

Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya. 

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. 

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. 

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar.. Dia juga beristighfar. . Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi. 

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …. kan !” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. 

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. 

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air.. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak. 

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ditadalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. 

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhubadan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikanterkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi. 

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam lina ngan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah.. sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris. 

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?…. Bagaimana Dita mau bermain nanti?…. Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf… 

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..


*******


nb : artikel ini tidak mengarah ke siapapun, adapun kesamaan nama itu adalah suatu kebetulan belaka untuk melengkapi artikel ini.. ^_^


Join d'BC Network

Kamis, 04 Maret 2010

Obat Tradisional untuk Bayi

Disaat cuaca tak menentu seperti sekarang ini, bayi rentan terhadap penyakit. Tapi jika sudah terlanjur terkena penyakit (ringan), maka janganlah cepat2 memberi obat kimia kepada bayi. Masih ada obat2an tradisional yang bisa ayah & bunda gunakan untuk mengobatinya, kasian bayi kita jika sudah terkena obat2an kimia. Karna seperti yang saya ketahui, obat2an kimia hanya akan membuat bayi menjadi ketagihan dan tubuhnya akan kebal terhadap obat2an tersebut, akhirnya bayi tidak takut lagi kepada obat2an kimia.

Berikut adalah daftar obat2an tradisional yang bisa ayah & bunda gunakan :

Bawang Merah Untuk menurunkan demam, parut bawang merah secukupnya, balurkan di tubuh bayi/anak.

Untuk borok, 3 siung bawang merah dan 2 jari rimpang kunyit dicuci, diparut, lalu dicampur dengan 2 sendok minyak kelapa baru. Hangatkan diatas api kecil sambil diaduk. Setelah dingin, oleskan pada bagian tubuh yang sakit sebanyak 2 kali sehari.

Untuk masuk angin, 8 siung bawang merah, dicuci, tumbuk halus, campur dengan air kapur sirih secukupnya. Balurkan dipunggung, leher, perut dan kaki.

Jahe Untuk menghilangkan masuk angin, perut kembung dan kolik pada anak. Caranya,¼ sendok teh bubuk jahe kering dilarutkan dalam ½ cangkir air panas. Berikan 1-2 kali per hari sesuai umurnya.

Kunyit (kunir) Untuk diare, ½ jari kunyit dan 3 lembar daun jambu biji muda segar dihaluskan, campur dengan ½ cangkir air, lalu diperas. Setelah disaring, diminumkan pada anak sekehendaknya.

Untuk kulit berjamur atau becak putih jamur/ruam popok karena pemakaian diapers, parut kunyit lalu oleskan.

Daun jambu Biji (jambu klutuk, jambu batu) Untuk diare, 3 lembar daun jambu biji muda dan segar dicuci bersih, tumbuk halus, beri ½ cangkir air matang hangat, diperas dan diambil airnya. Beri garam secukupnya sebelum diminumkan pada anak. Air perasan diberikan pada anak sekehendaknya.

Belimbing wuluh (belimbing asam, belimbing buluk) Biasanya digunakan untuk obat batuk anak. Caranya, kukus (dalam panci Kecil tertutup selama beberapa jam) satu genggam (sekitar 11-12 gram) bunga belimbing wuluh segar, 5 butiradas, 1 sendok makan gula batu dan 1/2 gelas air. Saring dan minumkan 2-3 kali per hari dengan dosis sesuai usia anak.

Mengkudu (pace) Untuk meringankan perut kembung pada bayi. Caranya, panaskan daun mengkudu diatas api beberapa saat, lalu olesi minyak kelapa segar / yang baru. Tempelkan pada perut anak sewaktu hangat. Bisa diulang beberapa kali.

Kemiri Berkhasiat menyuburkan rambut bayi. Caranya, minyak kemiri dioleskan pada kepala bayi/anak sambil dipijat perlahan setiap malam. Pagi hari rambutdisampo dan dibilas dengan air hangat hingga bersih. Minyak kemiri ini lebih baik yang sudah jadi.

Air Kelapa Muda Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, sekendak anak.

Brotowali (Putrawali, andawali) Untuk pemakaian luar bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari batang brotowali dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama ½ jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.

Jeruk Nipis Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit. Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt. Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas / cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.

Kentang Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan parutan kendtang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari Bisa pula untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat kentang yang mendinginkan.

Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang) Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari, Balurkan parutan banglai segal di kening dan badan anak.

Minyak zaitun Untuk mengobati kerak kepala atau ketombe pada bayi (craddle crap), sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan pada kulit kepala.

Lidah buaya Untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya dengan mengoleskan daging daun lidah buaya pada seluruh permukaan kulit yang menderita luka bakar.
Daun pepaya. Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit malaria, panas, beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk, diperas, saring, lalu minum airnya.

Temulawak (koneng gede) Untuk menambah nafsu makan. Caranya, 150 gram temulawak 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis, rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu. Setelah 2 minggu ramuan siap untuk digunakan. Aturan minum : 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam ½ cangkir air hangat, diminum pagi dan sore.

Kencur Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.

Adas (fennel) Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1 sdt teh adas dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut. Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan takaran sesuai umurnya

Rabu, 28 Oktober 2009

Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu

Sumber : WASPADA Online
Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS

Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998). Dalam prakteknya sangat kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder)
(SNI 01-2970-1999).

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Proses Susu UHT

Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik.
Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah
susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk transportasi susu menuju pabrik.

Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh
proses dilakukan secara aseptik.

Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri
perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba
(patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah.

Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu cair
menjadi susu bubuk.

Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu
akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut menyebabkan menurunnya daya cerna protein.

Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L. Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.

Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu. Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.

Tip Penggunaan Susu UHT :

1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan
pada refrigerator.

2. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50
derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat kerusakan protein.

3. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

4. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi berflavor dan beraroma masam.

5. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermetasi susu oleh bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu menjadi pecah dan agak kental.

Join d'BC Network

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...