- Udah lancar tengkurap. Jadi dari umur 1 bulan udah sering distimulasi, mulai dari miring-miring, lalu ditengkurapin walo belom bisa lama angkat kepalanya. Makin lama faris bisa nahan lama kepalanya kalo ditengkurepin. Miring-miringnya juga gak pake distimulasi lagi. Daann.. akhirnya di usia 2 bulan 26 hari dia udah mulai bisa tengkurap sendiri (cuma belom bisa narik tangannya yg ketindihan badannya hihi).
- Ngoceh-ngocehnya udah makin kenceng suaranya. Kalo diajak ngobrol seneng banget, langsung deh nyahut (kayak yang ngerti aja bahasanya hihi). Apalagi kalo diajak nyanyi 'topi saya bundar' waahh langsung deh ketawa- ketawa trus ngoceh-ngoceh yang kayak ikutan nyanyi gitu.
- Teteeeuuuppp seneng kalo waktunya mandi. Dia bakal nendang-nendang gak karuan, sibuk liatin kakinya yg nendang2 air hihi. Stt.. airnya kadang bunda kurangin frekuensi hangatnya, tapi gak dingin juga, cuma sekedar netralin dinginnya aja jd berasanya gak dingin gak hangat juga.
- Sempet pilek (ketularan kaka sisil dan bunda hiks), tapi cukup gempur ASI plus jemur pagi hari alhamdulillah 3 hari udah gak meler lagi hidungnya (sayang pilek lagi karna dia kalo tengkurap ngemutin sprei, debu yg ada di sprei masuk ke hidung hiks padahal sering diganti sprei nya plus dialasin kain jg).
- Masih tetep insomnia (susah tidur) kalo siang hiks, biasanya kan bayi kalo abis mandi pagi pasti tidur, faris mah lain hihi dia lamaaa banget nenen tapi gak tidur jugaa. Atau tidur cuma sebentar trus bangun (biasanya krn pipis). Kalo udah melek pasti susah deh ditidurin lagi hikss. Terpaksa deh kerjaan rumah dipending lagi. Paling dilanjutin siang kalo dia tidur lagi (tp itu jg sebentar). Emang sih malemnya tidurnya anteng, tapiii bundanya kan juga udah ngantukk, seharian nemenin maen, ngurusin kaka sisil + faris, ngurusin rumah plus masak yg kejar-kejaran sama tidurnya faris yg sebentar. Jadii kalo faris udah tidur, bundanya pasti ikutan tepar juga hihi.
- Paling seneng kalo digendong dihadapkan ke arah depan, mungkin jadi leluasa liat kemana-mana kali yaa hihi. Digendong ala bayi? Uhh jangan coba-coba deh gendong dia begitu, pasti ngamuk-ngamuk hihi. Lawong dari umur 1 minggu aja udah seneng digendong berdiri (kayak kalo disendawain).
- Teteeuupp hobby ngemuting tangan (bukan cuma jempol ya hihi). Kalo udah nemu tangan tuh asikkk banget, ada apa juga cuek deh. Kalo bunda tarik, pasti gantian tangan yang satunya yang dimasukkin. Hufftt..
Tampilkan postingan dengan label Laktasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laktasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 November 2014
Faris 3 bulan
Tanggal 6 November kemarin, Faris genap 3 bulan loh. Makin lincah pastinya, makin gak bisa diem, dan seperti kemarin-kemarin tidur malemnya masih anteng (dan seperti kemarin-kemarin juga tidur siangnya masih susah hiks).
Label:
Ayah dan Bunda,
Bunda,
Laktasi,
My Baby Boy,
My Faris
Jumat, 01 April 2011
Curhat Bunda
Maafin bunda ya nak, kalo lagi ga bisa kasih nenen yang sebelah kanan dulu sementara waktu. Shishil kan tau sendiri, semalam bunda coba kasih karna bunda sudah ga kuat menahan sakit akibat kepenuhan sehari semalam ga dinenen, tapi malah berdarah dan agak robek sedikit. Shishil juga tau kan semalam bunda nangis pas nenennya dikasih obat. Sungguh bukan bunda cengeng, tapi sakitnya itu memang ga ketulungan. Nyeri, ngilu, ngentek, ga tau perasaan apalagi yang bisa bunda ungkapin disini.
Bunda juga sedih ingat shishil cuma bisa nenen dari yang kiri aja, yang sekarang pun mulai ikutan sakit. Sedih juga ingat shishil lagi kurang sehat karna sariawan dan panas dalam ini. Bunda tau nenen itu salah satu obat yang mujarab utk shishil, bunda tau shishil nyaman dipelukan bunda. Tapi maaf untuk saat ini aktivitas itu terpaksa dikurangi.
Bunda bangga waktu shishil ngertiin kondisi bunda dengan ga maksa minta nenen semalam, malah dg wajah lucu kamu bilang 'atit tu... alah... mbat...' (baca : sakit tuh... berdarah... kasih obat...) sambil elus-elus pipi bunda. Lalu bergegas ke ruang depan untuk ambilin minyak kayu putih yang menurut shishil itu obat. Bunda cuma bisa tersenyum, subhanallah, anak bunda dah gede, dah tambah pintar.
Sungguh bunda belum ada keinginan untuk menyapih shishil, karna bunda pun merasa belum siap lahir dan bathin. Tapi entah jika memang karna kejadian ini shishil sudah merasa siap lepas dari nenen, mungkin bunda harus berusaha untuk ikhlas. Karna suatu saat pun shishil akan lepas dari nenen, hikss.
Bunda hanya berharap setelah lepas dari nenen, sekarang ataupun nanti, shishil akan tetap dekat dengan bunda, sedekat saat ini. Bunda harap sikap shishil ga akan berubah ke bunda nanti, tetap sayang dan mau peluk bunda erat-erat seperti saat shishil nenen. Sungguh bunda sangat menikmati kedekatan itu. Bunda sangat menikmati sentuhan tangan mungilmu ditubuh bunda. Dan bunda harap keadaan tidak akan merubah apa-apa, terutama manjanya shishil dengan bunda.
Yang ayah sendiri pun kadang jelouse, karna biarpun ayah sudah jagain shishil sehari penuh (waktu ayah libur tiap hari senin), tapi begitu bunda pulang dan ritual nenen sedang berlangsung; ayah ga boleh ada di dekat-dekat situ. Malah seolah memusuhi ayah, tiap ayah mendekat pasti langsung teriak2 bilang 'ngga.. ngga..' hihi. Tapi bunda tau shishil pasti sayang ayah juga kan.
Tetap sayangi ayah dan bunda seperti saat ini ya nak, semoga shishil ga akan pernah berubah sampai kapanpun. Tetap menjadi bidadari kecilnya ayah dan bunda. Seperti ayah bunda yang menyayangi shishil sampai kapanpun.
Bunda juga sedih ingat shishil cuma bisa nenen dari yang kiri aja, yang sekarang pun mulai ikutan sakit. Sedih juga ingat shishil lagi kurang sehat karna sariawan dan panas dalam ini. Bunda tau nenen itu salah satu obat yang mujarab utk shishil, bunda tau shishil nyaman dipelukan bunda. Tapi maaf untuk saat ini aktivitas itu terpaksa dikurangi.
Bunda bangga waktu shishil ngertiin kondisi bunda dengan ga maksa minta nenen semalam, malah dg wajah lucu kamu bilang 'atit tu... alah... mbat...' (baca : sakit tuh... berdarah... kasih obat...) sambil elus-elus pipi bunda. Lalu bergegas ke ruang depan untuk ambilin minyak kayu putih yang menurut shishil itu obat. Bunda cuma bisa tersenyum, subhanallah, anak bunda dah gede, dah tambah pintar.
Sungguh bunda belum ada keinginan untuk menyapih shishil, karna bunda pun merasa belum siap lahir dan bathin. Tapi entah jika memang karna kejadian ini shishil sudah merasa siap lepas dari nenen, mungkin bunda harus berusaha untuk ikhlas. Karna suatu saat pun shishil akan lepas dari nenen, hikss.
Bunda hanya berharap setelah lepas dari nenen, sekarang ataupun nanti, shishil akan tetap dekat dengan bunda, sedekat saat ini. Bunda harap sikap shishil ga akan berubah ke bunda nanti, tetap sayang dan mau peluk bunda erat-erat seperti saat shishil nenen. Sungguh bunda sangat menikmati kedekatan itu. Bunda sangat menikmati sentuhan tangan mungilmu ditubuh bunda. Dan bunda harap keadaan tidak akan merubah apa-apa, terutama manjanya shishil dengan bunda.
Yang ayah sendiri pun kadang jelouse, karna biarpun ayah sudah jagain shishil sehari penuh (waktu ayah libur tiap hari senin), tapi begitu bunda pulang dan ritual nenen sedang berlangsung; ayah ga boleh ada di dekat-dekat situ. Malah seolah memusuhi ayah, tiap ayah mendekat pasti langsung teriak2 bilang 'ngga.. ngga..' hihi. Tapi bunda tau shishil pasti sayang ayah juga kan.
Tetap sayangi ayah dan bunda seperti saat ini ya nak, semoga shishil ga akan pernah berubah sampai kapanpun. Tetap menjadi bidadari kecilnya ayah dan bunda. Seperti ayah bunda yang menyayangi shishil sampai kapanpun.
Label:
About Shishil,
Ayah dan Bunda,
Laktasi,
Others
Rabu, 03 Maret 2010
Para Ayah pun Dapat Berpartisipasi
Seharusnya sudah menjadi hal biasa jika suami ikut berperan dalam mempromosikan menyusu ASI Eksklusif, dan terutama proses Inisiasi Menyusu Dini. Seperti hasil sebuah penelitian S3 dari UI, yang menyatakan bahwa peran suami sangat diperlukan untuk mensukseskan ASI Eksklusif.
WABA, jaringan global yang peduli dengan isu seputar menyusui, kini pun menyediakan sebuah halaman khusus yang membahas peran Ayah/Suami, atau bahkan para pria, untuk ikut terlibat. Dalam halaman yang baru dibuka sejak tahun 2006, Anda bisa temui beberapa referensi yang mendukung peran kaun adam dalam proses menyusui. Program ini disebut sebagai Men's Initiative.
Dalam salah satu publikasinya, program ini menulis tentang 7 hal yang dapat Ibu lakukan, agar para Ayah turut berpartisipasi dalam kegiatan mengurus anak/bayi (yang saya terjemahkan secara bebas):
1. Cobalah melihat sesuatu dari perspektif Ibu
WABA, jaringan global yang peduli dengan isu seputar menyusui, kini pun menyediakan sebuah halaman khusus yang membahas peran Ayah/Suami, atau bahkan para pria, untuk ikut terlibat. Dalam halaman yang baru dibuka sejak tahun 2006, Anda bisa temui beberapa referensi yang mendukung peran kaun adam dalam proses menyusui. Program ini disebut sebagai Men's Initiative.
Dalam salah satu publikasinya, program ini menulis tentang 7 hal yang dapat Ibu lakukan, agar para Ayah turut berpartisipasi dalam kegiatan mengurus anak/bayi (yang saya terjemahkan secara bebas):
1. Cobalah melihat sesuatu dari perspektif Ibu
Ada kalanya para Ibu menilai kontribusi Ayah berdasarkan apa yang selama ini si Ibu lakukan. Hal ini menyebabkan peran Ayah menjadi sangat kecil, bahkan jadi terabaikan. Sebaliknya, para Ayah terkadang mengukur kontribusinya berdasarkan apa yang dilihatnya dari sang Kakek ('Ayah' si Ayah pada waktu kecil/sebelum menikah). Terkadang bahkan berdasarkan teman-teman berkumpul, atau teman se kantornya. Dengan sudut pandang seperti ini, Ayah jadi terlalu cepat puas, atau sudah merasa memberi kontribusi yang cukup.
2. Sesuaikan standar Anda (terhadap kontribusi si Ayah)
2. Sesuaikan standar Anda (terhadap kontribusi si Ayah)
Bahwa pria dan wanita memiliki standar yang berbeda, itu sudah menjadi keniscayaan. Karenanya, Ibu harus mau menyesuaikan standar untuk mengukur kontribusi si Ayah. Jangan terlalu keras menuntut Ayah ntuk melakukan persis seperti yang Anda lakukan. Ayah mungkin memiliki gaya atau cara yang unik dalam mengganti popok atau menenangkan bayi yang menangis. Selama cara itu masih aman dan tidak berbahaya, Anda tidak perlu mencerewetinya. Ibu 'kan belum tentu selalu benar... :D
3. Perlakukan suami/pasangan Anda sebagai partner, bukan pembantu
3. Perlakukan suami/pasangan Anda sebagai partner, bukan pembantu
Ketika si Ayah mulai berpikir bahwa perannya dalam keluarga adalah seperti asisten Ibu, Ibu perlu mulai memikirkan peran yang masuk akal untuk dituntut dari suaminya. Kalau Ibu hanya 'meminta bantuan' kepada Ayah, hanya akan menguatkan persepsi Ayah bahwa dia adalah pembantu Ibu, dan memiliki tanggung jawab yang terbatas terhadap perawatan anak. Lebih baik Ibu mendiskusikan bersama Ayah, bagaimana membagi tanggung jawab tersebut secara proporsional.
4. Beri penghargaan yang layak kepada suami Anda
4. Beri penghargaan yang layak kepada suami Anda
Dalam kelompok, biasanya laki-laki paling benci jika disuruh melakukan sesuatu yang membuat mereka merasa/tampak tidak mampu (tidak kompeten). Di saat yang sama, laki-laki pada umumnya senang kalau diberi penghargaan. Sesekali berilah pujian pada suami Anda atas pekerjaan yang telah dilakukannya, dan dorong dia untuk melakukannya lagi, meskipun tidak sama persis seperti apa yang biasa Anda lakukan.
5. Jangan menjadi 'Si Paling Tahu'
5. Jangan menjadi 'Si Paling Tahu'
Meskipun Ibu paling tahu bagaimana menghentikan tangisan bayi, cobalah untuk tidak terlalu menggurui suami Anda. Biarkan si Ayah menmukan caranya sendiri, karena dengan begitu akan membangkitkan kepercayaan diri, dan motivasi si Ayah untuk melakukannya lagi. Laki-laki dan perempuan selalu memiliki perbedaan dalam hal mengatasi masalah, jadi jangan terlalu memaksakan cara Anda.
6. Tunjukkan bahwa Anda tidak mungkin bisa melakukan segala hal
6. Tunjukkan bahwa Anda tidak mungkin bisa melakukan segala hal
Tunjukkan kepada suami Anda bahwa Anda pun memiliki keterbatasan. Dengan memahami hal ini, Ayah akan lebih nyaman dalam mengambil peran dalam kegiatan domestik dalam rumah tangga.
7. Definisikan ulang kata "Bekerja"
7. Definisikan ulang kata "Bekerja"
Ketika berbagi tanggung jawab, banyak pasangan yang mengalami masalah dalam menggunakan kata "Bekerja". Kegiatan apa saja yang Anda sebut "Bekerja" di rumah? Sepakati pemahaman ini bersama suami, agar tidak memunculkan ketimpangan. Sesekali, lakukanlah pertukaran peran, misalnya membiarkan suami Anda memasak, dan Anda dapat beristirahat. Pertukaran seperti ini akan lebih membangun kesepahaman tentang kontribusi apa yang dapat dilakukan oleh masing-masing.
(Becoming a Better Dad: Seven Ways Your Spouse Can Helps)
Anda dapat mengunduh file aslinya (pdf), di sini.
(Becoming a Better Dad: Seven Ways Your Spouse Can Helps)
Anda dapat mengunduh file aslinya (pdf), di sini.
Selasa, 02 Maret 2010
Panduan Menyimpan ASI
Menyimpan sekitar 60 – 120 ml per botol sangat disarankan untuk mengurangi sisa ASI. ASI dapat disimpan untuk digunakan pada bayi selama ibu bekerja. Wadah untuk menyimpan ASI sebaiknya terbuat dari kaca/gelas, dan tertutup rapat (udara tidak dapat masuk), dan usahakan tidak terkena cahaya matahari langsung. Untuk ketahanan ASI yang disimpan, perhatikan hal-hal berikut:
1. ASI dapat bertahan selama ± 6-8 jam jika disimpan pada suhu ruangan (maksimal 25 derajat Celcius). Suhu ruangan lebih dari 25 derajat Celcius tidak aman untuk menyimpan ASI.
Selubungi wadah penyimpan ASI dengan handuk basah/dingin untuk menghindari suhu yang terlalu panas!
2. ASI dapat bertahan selama ± 24 jam, jika disimpan pada wadah khusus (tas atau termos) yang diselubungi es batu atau es balok.
3. ASI dapat bertahan selama ± 5 hari, jika disimpan di dalam kulkas, pada suhu 4 derajat Celcius. Usahakan menyimpan wadah ASI di bagian paling dalam kulkas (dekat dengan dinding bagian belakang), karena bagian inilah yang paling dingin. Kulkas yang sering dibuka-tutup akan mempengaruhi suhu di dalam kulkas tersebut, sehingga menyimpan di bagian terluar tidak menjamin kestabilan suhu.
4. ASI dapat bertahan selama ± 2 minggu, jika disimpan di freezer dalam kulkas, pada suhu -15 derajat Celcius. Jika menggunakan kulkas yang freezer-nya terpisah (memiliki pintu tersendiri), dapat bertahan selama ± 3-6 bulan.
Setelah disimpan selama beberapa lama, maka untuk menggunakannya kembali perhatikan panduan menghangatkan ASI berikut ini:
a. Hangatkan wadah ASI dengan mengalirinya dengan air hangat, atau merendam sebagian wadah dalam air hangat. Usahakan agar bagian atas wadah (bagian yang ditutup rapat) tidak terkena air hangat tersebut!
b. Jika dikeluarkan dari freezer (ASI dalam keadaan beku), simpan terlebih dahulu di kulkas selama beberapa jam hingga tampak mulai mencair sebelum dihangatkan.
c. Jangan memanaskan ASI pada suhu yang sangat tinggi (direbus pada air mendidih), karena akan merusak kandungan di dalam ASI!
d. ASI beku yang telah dicairkan. Jika ASI beku telah dicairkan, masih bisa disimpan dalam kulkas biasa sampai 24 jam ke depan. Tetapi ASI tidak boleh dibekukan lagi. Tidak diketahui dengan pasti apakah ASI yang tersisa di botol aman dan masih baik kondisinya untuk diminumkan lagi kepada bayi pada saat minum berikutnya.
Untuk mencegah hal ini, sebaiknya ASI disimpan dalam botol yang tidak terlalu besar, jadi mengurangi sisa ASI yang tidak terminum.Menurut buku THE BREASTFEEDING ANSWER BOOK, halaman 228, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan zat dalam ASI yang tak dikenal untuk melindungi ASI dari bakteri dan kontaminasi.
Sebuah studi, Barger & Bull 1987, mnemukan secara statistik bahwa tidak ada perbedaan kadar bakteri dalam ASI yang telah disimpan 10 jam dalam suhu ruangan dengan ASI yang telah disimpan selama 10 jam. Bahkan sebuah penelitian lain, Pardou 1994, menemukan bahwa setelah 8 hari disimpan di kulkas ada kecenderungan ASI memiliki kadar bakteri yang lebih rendah dibanding saat setelah diperah atau dipompa.
Selasa, 12 Januari 2010
Curhat bunda..
Pagi ini bunda sedihhh banget. Ruangan yang biasa bunda pake buat perah asi dikunci. Karna didalamnya diisi produk baru Perusahaan. Harusnya bukan disitu tempatnya, tapi karna gudang penuh plus produk itu baru diimpor dari China jadi biar lebih aman disimpan diruang itu yang ada kuncinya. Tapi yang paling mengenaskan ya nasib bunda dan shishil ini.Ruangan yang selama ini bunda pake untuk perah asi sebenarnya ruang meeting kecil yang biasa dipake untuk staff sholat juga, jadi ruangan itu yang paling aman dan bersih untuk perah asi. Tapi karna dipake untuk simpan produk baru, otomatis dikunci, tanpa ijin bunda lagi yang selama ini jadi penghuni tetap dan bunda ga tau sampai kapan produk itu ada disana. Bunda bingung banget mo perah asi dimana lagi untuk hari ini. Di pantry ga mungkin karna banyak yang keluar masuk; otomatis mengganggu kegiatan bunda, digudang kecil kantor lebih ga mungkin karna selain banyak yang keluar masuk; tempatnya juga berantakan dan kotor, masa harus di toilet???
Ya Allah mudahkanlah tugas hamba hari ini dan seterusnya untuk menyediakan asi bagi bidadari kecil hamba, untuk memberikan hak anakku yang Kau titipkan ditubuhku, untuk memberikan cairan emas ini bagi buah hatiku, agar cintaku itu tumbuh sehat, kuat, cerdas seperti ciri muslim yang lebih Kau sukai.
Fiuuhhh.. gimana nasib anakku hari ini ya?? Masih mampukah aku menyediakan asi seperti yang dia minum selama ini. Apa aku perah ditoilet saja? Apa steril asinya? Tapi kalo aku ga perah gimana nasib buah hatiku?? Selama ini dia sudah stop mengkonsumsi sufor?? Ohh No...
Doakan bunda ya cinta agar tetap semangat menyediakan asi untukmu ya.. Bunda tetap barus semangat, sesulit apapun kondisinya, sekalipun harus memerah ditoilet atau dipinggir jalan; kegiatan memerah harus tetap jalan. Karna hanya asi yang terbaik untuk shishil dan hanya asi yang shishil butuhkan untuk kesempurnaan pertumbuhannya. Hidup ASI.. Go ASI..
Label:
About Shishil,
Ayah dan Bunda,
Laktasi
Rabu, 09 Desember 2009
Huffhhh.. bunda mengalami lagi
Sejak shishil lahir sampe 3 hari kemarin, bunda belum pernah dapat haid. Eh kemarin keluar lagi, walaupun ga sampe banjir kayak dulu waktu sebelum hamil, tapi baunya seperti darah haid. Waktu bunda tanya ke Murobbi bunda, katanya itu memang haid.
Tapi yang bikin bunda bingung, kenapa bersamaan dengan haid yang sedikit itu produksi ASI bunda juga seolah mengering. Bunda ga habis pikir, apa memang karna itu ASInya jadi sedikit?
Selama tiga hari itu ASI yang bisa bunda bawa pulang untuk shishil paling kisaran 100 ml x 2 botol UC, sedikit banget kan. Padahal bunda masih merasa PDnya penuh tapi koq ya sudah ga keluar lagi. Malah pernah mentok di 80 ml, hiks.. hiks..
Jadilah ASI yang dikonsumsi shishil selama bunda tinggal kerja hanya segitu, hiks.. Walaupun kekurangan itu keliatannya ketutup sama mpasi, tapi tetap aja beda. Bunda khawatir hal itu mempengaruhi ketahanan tubuh shishil, secara kemarin shishil abis demam tinggi selama seminggu. Apalagi perasaan bunda juga sensitif banget selama masa itu, korbannya ya tentu aja ayah, yang selalu jadi tempat bunda uring-uringan + ngomel-ngomel. Untung aja ayah shishil termasuk orang yang sabar, jadi ya fine-fine aja, hehehe..
Alhamdulillah, hal itu ga berlangsung lama, cuma 3 hari aja. Sekarang produksi ASI bunda meningkat lagi, walaupun belum ke taraf biasanya (150 ml sekali perah). Tapi bunda bersyukur sekali, berarti bunda bisa nyiapin ASI yang lumayan lagi untuk shishil :D
Mudah-mudahan aja untuk selanjutnya hal itu ga perlu terjadi lagi, paling ngga selama bunda masih memberi ASI untuk shishil. Karna bunda ingin ASI bunda yang membentengi tubuh shishil dalam tiap tahap pertumbuhan shishil, atau dengan kata lain bunda ingin shishil sehat selalu.
Rabu, 02 Desember 2009
Mengapa bunda memberi ASI??
"Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh bagi yang ingin menyusui secara sempurna ..." (Q.S Al Baqarah ayat 233)
Kutipan ayat Al Quran diatas sungguh menjadi inspirasi terbesar bunda untuk tetap memberikan yang terbaik untuk shishil (dalam hal ini ASI). Walaupun bunda tau sudah ga mungkin lagi shishil untuk ASI Exclusive, tapi bunda tetap mengusahakan memberi ASI untuk shishil hingga saat ini (mudah-mudahan bisa berjalan hingga 2 tahun, amin).
Hal itu juga yang membuat bunda rela untuk repot setiap hari membawa peralatan perang (perah ASI) yang terdiri dari beberapa botol ASI, cooller bag, blue ice tanpa breastpumpnya (karna bunda lebih nyaman pake tangan). Bunda juga rela diliatin plus diledekkin teman-teman sekantor, sampe dibilang tukang susu segala. Belum lagi harus menyelamatkan ASIPnya baik di angkutan maupun dirumah (karna kulkasnya masih nebeng sm mertua).
Tapi sungguh semua itu tidak menyurutkan keinginan bunda untuk tetap memberikan yang terbaik untuk shishil tercinta. Walau dulu bunda sempat ragu, apa bunda bisa menjalani ini semua, juga karna bunda yang masih belum tau cara perah ASI yang benar yang menyebabkan putingnya lecet akibat breastpump. Alhamdulillah ternyata bunda masih sanggup memberikan ASI hingga saat ini dan semoga hingga shisil berusia 2 tahun kelak, amin.
Maha Besar Allah yang menyuruh hambaNya untuk menyusui anak-anaknya selama 2 tahun. Semua karna Allah tau yang terbaik untuk hambaNya, terutama untuk bayi dan batita di usia emas perkembangan fisik dan mentalnya. Begitu sayangnya Allah kepada bayi dan batita itu hingga menitipkan makanan terbaiknya dalam tubuh sang ibu. Makanan yang bersih, steril, higienis, dalam porsi yang tepat, suhu yang ideal untuk bayi, mengandung semua gizi yang dibutuhkan bayi dalam perkembangannya.
Sangat berdosa bila bunda ga mau memberikan ASI untuk shishil, karna ASI itu hak shishil yang dititipkan Allah lewat bunda. Jadi selama ASI masih menetes dari tubuh bunda, maka itu adalah hak shishil yang harus bunda penuhi. Doakan bunda ya nak, agar mampu menyelesaikan tugas bunda mentransfer titipan Allah ini kepada shishil. Karna bunda ingin shishil tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas, baik jasmani maupun rohaninya. Karna Allah lebih menyukai hambaNya yang kuat daripada yang lemah.
"... seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya... Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya..."
Ayat diatas adalah lanjutan dari Surat Al Baqarah diatas. Itulah letak ke Maha Adil-an Allah. Jika ditengah jalan ada hal yang membuat bunda ga bisa lagi memberi ASI untuk shishil, Allah mengijinkan untuk menyapih, tentunya dengan persetujuan semua pihak (ayah, ibu, anak).
Tapi bunda tetap berharap untuk mampu memberikan ASI untuk shishil hingga selesai masa penyusuan ini (2 tahun). Bunda pun berharap botol-botol ASI itu dapat menjadi saksi di hadapan Allah kelak, bahwa bunda telah berusaha sesuai kemampuan bunda untuk mentransfer kembali cairan emas (ASI) yang telah dititipkan Allah kepada shishil.
'Ya Robb, mampukan aku untuk mewujudkan hal itu. Agar anak-anakku dapat menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas seperti yang Kau inginkan. Dan saksikanlah perjuanganku untuk anakku ini Ya Robb.'
Kutipan ayat Al Quran diatas sungguh menjadi inspirasi terbesar bunda untuk tetap memberikan yang terbaik untuk shishil (dalam hal ini ASI). Walaupun bunda tau sudah ga mungkin lagi shishil untuk ASI Exclusive, tapi bunda tetap mengusahakan memberi ASI untuk shishil hingga saat ini (mudah-mudahan bisa berjalan hingga 2 tahun, amin).
Hal itu juga yang membuat bunda rela untuk repot setiap hari membawa peralatan perang (perah ASI) yang terdiri dari beberapa botol ASI, cooller bag, blue ice tanpa breastpumpnya (karna bunda lebih nyaman pake tangan). Bunda juga rela diliatin plus diledekkin teman-teman sekantor, sampe dibilang tukang susu segala. Belum lagi harus menyelamatkan ASIPnya baik di angkutan maupun dirumah (karna kulkasnya masih nebeng sm mertua).
Tapi sungguh semua itu tidak menyurutkan keinginan bunda untuk tetap memberikan yang terbaik untuk shishil tercinta. Walau dulu bunda sempat ragu, apa bunda bisa menjalani ini semua, juga karna bunda yang masih belum tau cara perah ASI yang benar yang menyebabkan putingnya lecet akibat breastpump. Alhamdulillah ternyata bunda masih sanggup memberikan ASI hingga saat ini dan semoga hingga shisil berusia 2 tahun kelak, amin.
Maha Besar Allah yang menyuruh hambaNya untuk menyusui anak-anaknya selama 2 tahun. Semua karna Allah tau yang terbaik untuk hambaNya, terutama untuk bayi dan batita di usia emas perkembangan fisik dan mentalnya. Begitu sayangnya Allah kepada bayi dan batita itu hingga menitipkan makanan terbaiknya dalam tubuh sang ibu. Makanan yang bersih, steril, higienis, dalam porsi yang tepat, suhu yang ideal untuk bayi, mengandung semua gizi yang dibutuhkan bayi dalam perkembangannya.
Sangat berdosa bila bunda ga mau memberikan ASI untuk shishil, karna ASI itu hak shishil yang dititipkan Allah lewat bunda. Jadi selama ASI masih menetes dari tubuh bunda, maka itu adalah hak shishil yang harus bunda penuhi. Doakan bunda ya nak, agar mampu menyelesaikan tugas bunda mentransfer titipan Allah ini kepada shishil. Karna bunda ingin shishil tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas, baik jasmani maupun rohaninya. Karna Allah lebih menyukai hambaNya yang kuat daripada yang lemah.
"... seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya... Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya..."
Ayat diatas adalah lanjutan dari Surat Al Baqarah diatas. Itulah letak ke Maha Adil-an Allah. Jika ditengah jalan ada hal yang membuat bunda ga bisa lagi memberi ASI untuk shishil, Allah mengijinkan untuk menyapih, tentunya dengan persetujuan semua pihak (ayah, ibu, anak).
Tapi bunda tetap berharap untuk mampu memberikan ASI untuk shishil hingga selesai masa penyusuan ini (2 tahun). Bunda pun berharap botol-botol ASI itu dapat menjadi saksi di hadapan Allah kelak, bahwa bunda telah berusaha sesuai kemampuan bunda untuk mentransfer kembali cairan emas (ASI) yang telah dititipkan Allah kepada shishil.
'Ya Robb, mampukan aku untuk mewujudkan hal itu. Agar anak-anakku dapat menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas seperti yang Kau inginkan. Dan saksikanlah perjuanganku untuk anakku ini Ya Robb.'
Rabu, 18 November 2009
Keunggulan ASI dan Manfaat Menyusui
Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.
Aspek Gizi
Manfaat Kolostrum
1. Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
2. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
3. Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
4. Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.
Komposisi ASI
1. ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
2. ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
3. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whey dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.
Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI
1. Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
2. Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).
Aspek Imunologik
1. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
2. Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
3. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
4. Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
5. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.
6. Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
Aspek Psikologik
1. Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
2. Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
3. Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.
Aspek Kecerdasan
1. Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
2. Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.
Aspek Neurologis
Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.
Aspek Ekonomis
Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.
Aspek Penundaan Kehamilan
Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).
Sumber: Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI,2001
Aspek Gizi
Manfaat Kolostrum
1. Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
2. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
3. Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
4. Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.
Komposisi ASI
1. ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
2. ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
3. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whey dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.
Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI
1. Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
2. Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).
Aspek Imunologik
1. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
2. Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
3. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
4. Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
5. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.
6. Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
Aspek Psikologik
1. Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
2. Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
3. Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.
Aspek Kecerdasan
1. Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
2. Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.
Aspek Neurologis
Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.
Aspek Ekonomis
Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.
Aspek Penundaan Kehamilan
Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).
Sumber: Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI,2001
Memerah ASI? Mudah kok...
TEKNIK MARMET
Bertahun-tahun lamanya para ibu telah menggunakan cara memeras ASI dg teknik Marmet yg mengutamakan let-down refleks. Bahkan banyak ibu menyusui yg menyatakan bahwa dg teknik marmet ini produksi ASInya meningkat. Ibu menyusui yg sebelumnya memerah ASI ataupun yg belum pernah memerah ASI akan mendapatkan hasil sempurna dg teknik ini.
PENTINGNYA TEKNIK MEMERAH YANG TEPAT
Jika kita perhatikan cara memerah ASI dg tangan tampaknya sulit dari yg dibayangkan. Dalam hal ini, tangan harus lebih cepat dari mata. Sehingga banyak ibu yg merasa bahwa memerah ASI dg tangan sangat sulit. Meskipun ia telah belajar dari bacaan atau pun praktek langsung. Memang, ASI dapat diperah dg mudah tanpat teknik apapun. Namun satu hal yg sering terlupakan adalah teknik yg tidak tepat akan merusak jaringan lemak pada payudara, membuat payudara menjadi lecet. Bahkan kulit payudara bisa menjadi memar atau memerah.
Memerah ASI dg teknik Marmet awalnya diciptakan oleh seorang ibu yg harus mengeluarkan ASInya karena alasan medis. Awalnya ia kesulitan mengeluarkan ASI dg refleks yg tidak sesuai dg refleks keluarnya ASI saat bayi menyusu. Hingga akhirnya ia menemukan satu metode memijat dan menstimulasi agar refleks keluarnya ASI optimal. Kunci sukses dari teknik ini adalah kombinasi dari cara memerah ASI dan cara memijat.
Jika teknik ini dilakukan dg efektif dan tepat, maka seharusnya tidak akan terjadi masalah dalam produksi ASI ataupun cara mengeluarkan ASI. Teknik in dapat dg mudah dipelajari sesuai instruksi. Tentu saja semakin sering ibu melatih memerah dg teknik marmet ini, maka ibu makin terbiasa dan tidak akan menemui kendala.
KEUNGGULAN MEMERAH ASI
Banyak sekali keuntungan memerah ASI dg teknik marmet. Diantaranya :
- Penggunaan pompa ASI relatif tidak nyaman dan tidak efektif mengosongkan payudara
- Banyak ibu telah membuktikan bahwa memerah ASI dg tangan jauh lebih nyaman dan alami (saat mengeluarkan ASI)
- Reflek keluarnya ASI (let down reflek) lebih mudah terstimulasi dg skin to skin contact (dg cara memerah tangan) daripada penggunaan pompa (terbuat dari plastik
- Jelas aman digunakan
- Aman dari segi lingkungan
- Portable (mudah dibawa kemana-mana). Tidak mungkin kan ibu lupa membawa tangannya?
- Dan yg paling mengasyikkan : GRATIS
BAGAIMANA ASI DIPRODUKSI
- Sel-sel pembuat ASI (Aveoli)
- Areola (bagian gelap dari payudara)
- Gudang ASI
- Puting
- Saluran ASI
ASI diproduksi oleh sel-sel pembuat ASI (alveoli). ASI tsb disalurkan melalui saluran ASI dan disimpan di gudang ASI. Ketika alveoli terstimulasi, maka sel-sel tsb akan memproduksi ekstra ASI ke dalam sistem saluran. Kondisi ini disebut juga Refleks keluarnya ASI (Let-down reflex).
MEMERAH ASI
Mengeluarkan ASI dari Gudang ASI hingga tuntas
1. LETAKKAN ibu jari dan dua jari lainnya(telunjuk & jari tengah) sekitar 1 cm hingga 1,5 cm dari areola
Usahakan utk mengikuti aturan tsb sbg panduan. Apalagi ukuran dari areola tiap wanita bervariasi.
Tempatkan ibu jari diatas areola pada posisi jam 12 dan jari lainnya di posisi jam 6.
Perhatikan bahwa jari-jari tsb terletak diatas gudang ASI. Sehingga proses pengeluaran ASI optimal.
Hindari melingkari jari pada areola spt gambar ini. Posisi jari seharusnya TIDAK berada di jam 12 dan jam 4.
2. DORONG ke arah dada.Hindari meregangkan jari.Bagi yg berpayudara besar, angkat dan dorong ke arah dada.
3. GULUNG menggunakan ibu jari dan jari lainnya secara bersamaan
Gerakkan ibu jari dan jari lainnya hingga menekan gudang ASI hingga kosong. Jika dilakukan dg tepat, maka ibu tidak akan kesakitan saat memerah.
Catatan : Perhatikan posisi dari ibu jari dan jari-jari lainnya pada gamabr dg baik. Arah panah menunjukkan arah tekanan jari saat melakukan gerakan. Perhatikan posisi jari berubah pada tiap gerakan mulai dari posisi Push (jari terletak jauh di belakang areola) hingga posisi Roll (jari terletak di sekitar areola).
4. ULANGI SECARA TERATUR (RYTHMICALLY) hingga gudang ASI kosong.
Posisikan jari secara tepat, push (dorong), roll (gulung); posisikan jari secara tepat, push (dorong), roll (gulung).
5. PUTAR ibu jari dan jari-jari lainnya ke titik gudang ASI lainnya. Demikian juga saat memerah payudara lainnya, gunakan kedua tangan. Misalkan, saat memerah payudara kiri, gunakan tangan kiri. Juga saat memerah payudara kanan, gunakan tangan kanan. Saat memerah ASI, jari-jari berputar seiring jarum jam ataupun berlawanan agar semua gudang ASI kosong. Pindahkan ibu jari dan jari lainnya pada posisi jam 6 & jam 12, kemudian posisi jam 11 & jam 5, kemudian jam 2 & jam 8, kemudian jam 3 & jam 9.
Gambar berikut menunjukkan posisi tangan pada payudara kanan.

HINDARI GERAKAN BERIKUT
Hindari menekan / memencet payudara. Hal ini dapat melukai payudara.
Hindari menarik-narik puting payudara. Hal ini dapat merusak lapisan lemak pada areola.
Hindari menekan dan mendorong (sliding on) payudara. Hal ini dapat menyebabkan kulit pada payudara memar atau memerah.AGAR ASI MUDAH DIKELUARKAN
Hal-hal dibawah ini dapat membantu merangsang (stimulasi) refleks keluarnya ASI.
PEMIJATAN (MASSAGE)
STROKE
MENGGUNCANG (SHAKE)
1. PIJATLAH sel-sel produksi ASI dan saluran ASI.
Mulai dari bagian atas payudara. Dg gerakan memutar, pijat dg menekan ke arah dada.
2. TEKANLAH daerah payudara dari bagian atas hingga sekitar puting dg tekanan lembut dg jari spt menggelitiki.
3. GUNCANGLAH payudara dg arah memutar. Gerakan gravitas akan membantu keluarnya ASI.
PROSEDUR
Prosedur berikut diutamakan bagi para ibu yg memberikan ASI eksklusif dan bagi mereka yg ingin meningkatkan produksi ASI juga menjaga agar produksi ASI optimal.
Perahlah kedua payudara hingga ASI kosong dari gudang payudara (ditandai dg aliran ASI yg menurun).
Lakukan prosedur stimulasi refleks keluarnya ASI agar ASI mudah dikeluarkan (massage, stroke, shake) pada kedua payudara. Prosedur tsb dapat dilakukan kapanpun.
Ulangi seluruh proses memerah ASI pada tiap payudara dan teknik stimuasi refleks keluarnya ASI sekali atau dua kali. Aliran ASI biasanya menurun pada kali kedua atau ketiga. Ini artinya gudang ASI mengering.
WAKTU
KESELURUHAN PROSEDUR umumnya membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit.
Perahlah tiap payudara selama 5-7 menit.
Pijat (Massage), stroke, guncang (shake).
Perahlah lagi tiap payudara selama 3-5 menit.
Pijat (Massage), stroke, guncang (shake).
Perahlah lagi tiap payudara selama 2-3 menit.
Catatan :
Jika supply ASI terjaga, gunakan waktu semaksimal mungkin. Waktu tsb diatas hanya sbg patokan saja. Perhatikan aliran ASI dan ganti payudara lainnya jika aliran ASI pd payudara tsb sudah mulai menurun.
Catatan :
Jika ASI tidak keluar atau hanya sedikit ASI yg keluar, ikuti petunjuk diatas dg periode waktu lebih singkat dan sering.
Sumber : www.lactationinstitute.org
Bertahun-tahun lamanya para ibu telah menggunakan cara memeras ASI dg teknik Marmet yg mengutamakan let-down refleks. Bahkan banyak ibu menyusui yg menyatakan bahwa dg teknik marmet ini produksi ASInya meningkat. Ibu menyusui yg sebelumnya memerah ASI ataupun yg belum pernah memerah ASI akan mendapatkan hasil sempurna dg teknik ini.
PENTINGNYA TEKNIK MEMERAH YANG TEPAT
Jika kita perhatikan cara memerah ASI dg tangan tampaknya sulit dari yg dibayangkan. Dalam hal ini, tangan harus lebih cepat dari mata. Sehingga banyak ibu yg merasa bahwa memerah ASI dg tangan sangat sulit. Meskipun ia telah belajar dari bacaan atau pun praktek langsung. Memang, ASI dapat diperah dg mudah tanpat teknik apapun. Namun satu hal yg sering terlupakan adalah teknik yg tidak tepat akan merusak jaringan lemak pada payudara, membuat payudara menjadi lecet. Bahkan kulit payudara bisa menjadi memar atau memerah.
Memerah ASI dg teknik Marmet awalnya diciptakan oleh seorang ibu yg harus mengeluarkan ASInya karena alasan medis. Awalnya ia kesulitan mengeluarkan ASI dg refleks yg tidak sesuai dg refleks keluarnya ASI saat bayi menyusu. Hingga akhirnya ia menemukan satu metode memijat dan menstimulasi agar refleks keluarnya ASI optimal. Kunci sukses dari teknik ini adalah kombinasi dari cara memerah ASI dan cara memijat.
Jika teknik ini dilakukan dg efektif dan tepat, maka seharusnya tidak akan terjadi masalah dalam produksi ASI ataupun cara mengeluarkan ASI. Teknik in dapat dg mudah dipelajari sesuai instruksi. Tentu saja semakin sering ibu melatih memerah dg teknik marmet ini, maka ibu makin terbiasa dan tidak akan menemui kendala.
KEUNGGULAN MEMERAH ASI
Banyak sekali keuntungan memerah ASI dg teknik marmet. Diantaranya :
- Penggunaan pompa ASI relatif tidak nyaman dan tidak efektif mengosongkan payudara
- Banyak ibu telah membuktikan bahwa memerah ASI dg tangan jauh lebih nyaman dan alami (saat mengeluarkan ASI)
- Reflek keluarnya ASI (let down reflek) lebih mudah terstimulasi dg skin to skin contact (dg cara memerah tangan) daripada penggunaan pompa (terbuat dari plastik
- Jelas aman digunakan
- Aman dari segi lingkungan
- Portable (mudah dibawa kemana-mana). Tidak mungkin kan ibu lupa membawa tangannya?
- Dan yg paling mengasyikkan : GRATIS
BAGAIMANA ASI DIPRODUKSI
- Sel-sel pembuat ASI (Aveoli)
- Areola (bagian gelap dari payudara)
- Gudang ASI
- Puting
- Saluran ASI
ASI diproduksi oleh sel-sel pembuat ASI (alveoli). ASI tsb disalurkan melalui saluran ASI dan disimpan di gudang ASI. Ketika alveoli terstimulasi, maka sel-sel tsb akan memproduksi ekstra ASI ke dalam sistem saluran. Kondisi ini disebut juga Refleks keluarnya ASI (Let-down reflex).
MEMERAH ASI
Mengeluarkan ASI dari Gudang ASI hingga tuntas
1. LETAKKAN ibu jari dan dua jari lainnya(telunjuk & jari tengah) sekitar 1 cm hingga 1,5 cm dari areolaUsahakan utk mengikuti aturan tsb sbg panduan. Apalagi ukuran dari areola tiap wanita bervariasi.
Tempatkan ibu jari diatas areola pada posisi jam 12 dan jari lainnya di posisi jam 6.
Perhatikan bahwa jari-jari tsb terletak diatas gudang ASI. Sehingga proses pengeluaran ASI optimal.
Hindari melingkari jari pada areola spt gambar ini. Posisi jari seharusnya TIDAK berada di jam 12 dan jam 4.
2. DORONG ke arah dada.Hindari meregangkan jari.Bagi yg berpayudara besar, angkat dan dorong ke arah dada.
3. GULUNG menggunakan ibu jari dan jari lainnya secara bersamaan
Gerakkan ibu jari dan jari lainnya hingga menekan gudang ASI hingga kosong. Jika dilakukan dg tepat, maka ibu tidak akan kesakitan saat memerah.Catatan : Perhatikan posisi dari ibu jari dan jari-jari lainnya pada gamabr dg baik. Arah panah menunjukkan arah tekanan jari saat melakukan gerakan. Perhatikan posisi jari berubah pada tiap gerakan mulai dari posisi Push (jari terletak jauh di belakang areola) hingga posisi Roll (jari terletak di sekitar areola).
4. ULANGI SECARA TERATUR (RYTHMICALLY) hingga gudang ASI kosong.
Posisikan jari secara tepat, push (dorong), roll (gulung); posisikan jari secara tepat, push (dorong), roll (gulung).
5. PUTAR ibu jari dan jari-jari lainnya ke titik gudang ASI lainnya. Demikian juga saat memerah payudara lainnya, gunakan kedua tangan. Misalkan, saat memerah payudara kiri, gunakan tangan kiri. Juga saat memerah payudara kanan, gunakan tangan kanan. Saat memerah ASI, jari-jari berputar seiring jarum jam ataupun berlawanan agar semua gudang ASI kosong. Pindahkan ibu jari dan jari lainnya pada posisi jam 6 & jam 12, kemudian posisi jam 11 & jam 5, kemudian jam 2 & jam 8, kemudian jam 3 & jam 9.
Gambar berikut menunjukkan posisi tangan pada payudara kanan.

HINDARI GERAKAN BERIKUT
Hindari menekan / memencet payudara. Hal ini dapat melukai payudara.
Hindari menarik-narik puting payudara. Hal ini dapat merusak lapisan lemak pada areola.
Hindari menekan dan mendorong (sliding on) payudara. Hal ini dapat menyebabkan kulit pada payudara memar atau memerah.AGAR ASI MUDAH DIKELUARKANHal-hal dibawah ini dapat membantu merangsang (stimulasi) refleks keluarnya ASI.
PEMIJATAN (MASSAGE)
STROKE
MENGGUNCANG (SHAKE)1. PIJATLAH sel-sel produksi ASI dan saluran ASI.
Mulai dari bagian atas payudara. Dg gerakan memutar, pijat dg menekan ke arah dada.
2. TEKANLAH daerah payudara dari bagian atas hingga sekitar puting dg tekanan lembut dg jari spt menggelitiki.
3. GUNCANGLAH payudara dg arah memutar. Gerakan gravitas akan membantu keluarnya ASI.
PROSEDUR
Prosedur berikut diutamakan bagi para ibu yg memberikan ASI eksklusif dan bagi mereka yg ingin meningkatkan produksi ASI juga menjaga agar produksi ASI optimal.
Perahlah kedua payudara hingga ASI kosong dari gudang payudara (ditandai dg aliran ASI yg menurun).
Lakukan prosedur stimulasi refleks keluarnya ASI agar ASI mudah dikeluarkan (massage, stroke, shake) pada kedua payudara. Prosedur tsb dapat dilakukan kapanpun.
Ulangi seluruh proses memerah ASI pada tiap payudara dan teknik stimuasi refleks keluarnya ASI sekali atau dua kali. Aliran ASI biasanya menurun pada kali kedua atau ketiga. Ini artinya gudang ASI mengering.
WAKTU
KESELURUHAN PROSEDUR umumnya membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit.
Perahlah tiap payudara selama 5-7 menit.
Pijat (Massage), stroke, guncang (shake).
Perahlah lagi tiap payudara selama 3-5 menit.
Pijat (Massage), stroke, guncang (shake).
Perahlah lagi tiap payudara selama 2-3 menit.
Catatan :
Jika supply ASI terjaga, gunakan waktu semaksimal mungkin. Waktu tsb diatas hanya sbg patokan saja. Perhatikan aliran ASI dan ganti payudara lainnya jika aliran ASI pd payudara tsb sudah mulai menurun.
Catatan :
Jika ASI tidak keluar atau hanya sedikit ASI yg keluar, ikuti petunjuk diatas dg periode waktu lebih singkat dan sering.
Sumber : www.lactationinstitute.org
Payudara sehat saat menyusui
Keinginan ibu menyusui buah hatinya sering terhambat oleh ketidaknyamanan saat menyusui,umumnya akibat gangguan kecil seperti bayi sulit menghisap ASI, payudara lecet dan semacamnya. Tapi karena kondisi ibu saat itu belum pulih, baik fisik maupun emosi, maka ibu akan merasa tertekan dan memutuskan untuk mengganti ASI dengan susu formula.
Bila ibu terlalu cepat memutuskan beralih ke susu formula, sayang sekali sebab ASI adalah anugerah. Semua nutrisi penting dengan proporsi yang ideal dan dalam bentuk yang mudah diserap bayi, terkandung di dalamnya. Secara medis terbukti tumbuh kembang bayi yang meminum ASI lebih baik dan memiliki daya tahan tubuh optimal serta hubungan emosional ibu dan bayi lebih erat.Di bawah ini ada beberapa kiat agar payudara sehat saat menyusui agar para Ibu termasuk mereka yang aktif berkarir tidak ragu lagi untuk memberikan ASI pada bayinya.
1. Perawatan payudara
Yang pertama harus diperhatikan adalah bagaimana melakukan perawatan payudara. Perawatan yang perlu dilakukan berupa pemijatan payudara untuk memperbaiki sirkulasi darah, merawat puting payudara agar bersih dan tidak mudah lecet, serta memperlancar keluarnya ASI.
Pertama cuci dan keringkan tangan lalu olesi dengan baby oil. Tarik dan pelintir puting payudara ke kanan dan ke kiri masing-masing 20 kali. Lalu dengan kedua telapak tangan dan jari-jari, pegang payudara dan pijat ke arah puting payudara sebanyak 10 kali. Terakhir, pijat areola (daerah yang berwarna gelap) ke arah puting susu dengan menggunakan ibu jari. Lakukan perawatan 2 kali sehari.Setelah melahirkan, pijat dengan telapak tangan mulai dari bagian tengah payudara ke arah atas, berputar ke arah samping bawah dan kembali ke depan. Ulangi gerakan sebanyak 20 - 30 kali. Lalu pijat payudara dengan jari mulai dari pangkalnya ke arah puting sebanyak 20 - 30 kali. Lalu siram payudara kiri dan kanan bergantian dengan air hangat sebanyak 5 kali.
2. Mengatasi keluhan
Segera atasi keluhan yang muncul agar tidak menjadi lebih parah. Misalnya, payudara bengkak dan keras akibat ASI berlebihan. Atasi keluhan ini dengan cara mengompres payudara dengan air atau flanel hangat.
3. Puting terasa perih dan / atau retak
Batasi waktu menyusui selama 10 menit setiap kali penyusuan. Bila puting retak hentikan kegiatan menyusui minimal 24 jam agar tidak terinfeksi. Jaga payudara agar tetap kering dengan menggunakan bantalan dalam BH yang diganti secara teratur dan angin-anginkan payudara sesering mungkin serta olesi payudara dengan minyak lanolin. Usahakan bayi melahap seluruh puting saat menyusu dan gunakan pelindung puting payudara yang terbuat dari bahan karet lunak saat menyusui jika puting terluka. Segera periksakan ke dokter jika puting masih tetap luka.
4. Air susu merembes
Keluhan yang membuat Ibu kurang nyaman saat menyusui adalah pakaian basah akibat rembesan ASI. Selain dapat merusak penampilan, hal ini juga tidak baik bagi kesehatan ibu dan bayi. Karena payudara yang lembab dapat menjadi sumber berkembangnya bakteri dan jamur, sehingga dapat menimbulkan iritasi dan infeksi. Untuk mengatasinya hindari pemakaian sapu tangan, handuk maupun tissue karena akan membuat payudara tetap basah dan lembab. Pilihlah bantalan BH khusus untuk menahan rembesan ASI.
Di pasaran banyak dijual produk Breast Pad, bantalan BH yang mampu mencegah ASI agar tidak merembes ke permukaan pakaian dan menjaga puting payudara tetap kering dan bersih. Ada yang dibuat dari bahan khusus yang dapat mengubah ASI menjadi bentuk gel dan lapisan luarnya terbuat dari tissue yang dilaminasi sehingga rembesan ASI tidak membasahi pakaian maupun permukaan payudara. Biasanya untuk sekali pakai. Ada juga yang terbuat dari kain lembut yang dapat dicuci untuk dipakai lagi. Yang penting pilihlah Breat Pad yang bahannya lembut dan halus sehingga nyaman dipakai. Seringlah mengganti Breast Pad, minimal 2 kali sehari.
sumber : Apotik online dan media informasi obat - penyakit :: m e d i c a s t o r e . c o m
Bila ibu terlalu cepat memutuskan beralih ke susu formula, sayang sekali sebab ASI adalah anugerah. Semua nutrisi penting dengan proporsi yang ideal dan dalam bentuk yang mudah diserap bayi, terkandung di dalamnya. Secara medis terbukti tumbuh kembang bayi yang meminum ASI lebih baik dan memiliki daya tahan tubuh optimal serta hubungan emosional ibu dan bayi lebih erat.Di bawah ini ada beberapa kiat agar payudara sehat saat menyusui agar para Ibu termasuk mereka yang aktif berkarir tidak ragu lagi untuk memberikan ASI pada bayinya.
1. Perawatan payudara
Yang pertama harus diperhatikan adalah bagaimana melakukan perawatan payudara. Perawatan yang perlu dilakukan berupa pemijatan payudara untuk memperbaiki sirkulasi darah, merawat puting payudara agar bersih dan tidak mudah lecet, serta memperlancar keluarnya ASI.
Pertama cuci dan keringkan tangan lalu olesi dengan baby oil. Tarik dan pelintir puting payudara ke kanan dan ke kiri masing-masing 20 kali. Lalu dengan kedua telapak tangan dan jari-jari, pegang payudara dan pijat ke arah puting payudara sebanyak 10 kali. Terakhir, pijat areola (daerah yang berwarna gelap) ke arah puting susu dengan menggunakan ibu jari. Lakukan perawatan 2 kali sehari.Setelah melahirkan, pijat dengan telapak tangan mulai dari bagian tengah payudara ke arah atas, berputar ke arah samping bawah dan kembali ke depan. Ulangi gerakan sebanyak 20 - 30 kali. Lalu pijat payudara dengan jari mulai dari pangkalnya ke arah puting sebanyak 20 - 30 kali. Lalu siram payudara kiri dan kanan bergantian dengan air hangat sebanyak 5 kali.
2. Mengatasi keluhan
Segera atasi keluhan yang muncul agar tidak menjadi lebih parah. Misalnya, payudara bengkak dan keras akibat ASI berlebihan. Atasi keluhan ini dengan cara mengompres payudara dengan air atau flanel hangat.
3. Puting terasa perih dan / atau retak
Batasi waktu menyusui selama 10 menit setiap kali penyusuan. Bila puting retak hentikan kegiatan menyusui minimal 24 jam agar tidak terinfeksi. Jaga payudara agar tetap kering dengan menggunakan bantalan dalam BH yang diganti secara teratur dan angin-anginkan payudara sesering mungkin serta olesi payudara dengan minyak lanolin. Usahakan bayi melahap seluruh puting saat menyusu dan gunakan pelindung puting payudara yang terbuat dari bahan karet lunak saat menyusui jika puting terluka. Segera periksakan ke dokter jika puting masih tetap luka.
4. Air susu merembes
Keluhan yang membuat Ibu kurang nyaman saat menyusui adalah pakaian basah akibat rembesan ASI. Selain dapat merusak penampilan, hal ini juga tidak baik bagi kesehatan ibu dan bayi. Karena payudara yang lembab dapat menjadi sumber berkembangnya bakteri dan jamur, sehingga dapat menimbulkan iritasi dan infeksi. Untuk mengatasinya hindari pemakaian sapu tangan, handuk maupun tissue karena akan membuat payudara tetap basah dan lembab. Pilihlah bantalan BH khusus untuk menahan rembesan ASI.
Di pasaran banyak dijual produk Breast Pad, bantalan BH yang mampu mencegah ASI agar tidak merembes ke permukaan pakaian dan menjaga puting payudara tetap kering dan bersih. Ada yang dibuat dari bahan khusus yang dapat mengubah ASI menjadi bentuk gel dan lapisan luarnya terbuat dari tissue yang dilaminasi sehingga rembesan ASI tidak membasahi pakaian maupun permukaan payudara. Biasanya untuk sekali pakai. Ada juga yang terbuat dari kain lembut yang dapat dicuci untuk dipakai lagi. Yang penting pilihlah Breat Pad yang bahannya lembut dan halus sehingga nyaman dipakai. Seringlah mengganti Breast Pad, minimal 2 kali sehari.
sumber : Apotik online dan media informasi obat - penyakit :: m e d i c a s t o r e . c o m
Jumat, 13 November 2009
5 Langkah Memerah ASI
Memerah ASI sebetulnya tak sulit selama dilakukan dengan teknik yang benar.
Niat memberikan ASI eksklusif saja ternyata tidak cukup. Banyak ibu menghadapi kendala, seperti keharusan kembali bekerja. Demi memenuhi hak bayi mendapatkan ASI, ibu harus berupaya lebih. Tinggalkan ASI di rumah sementara ibu bekerja. Toh, ASI bisa diperah, disimpan, untuk kemudian diberikan kepada si kecil. Untuk itulah perlunya keterampilan memerah, terutama bagi ibu yang berhalangan memberikan ASI-nya secara langsung.
PERSIAPAN MEMERAH
Inilah tahapan persiapan memerah ASI:
* Cuci bersih kedua tangan ibu dengan benar dan menggunakan sabun.
* Usahakan relaks dan pilihlah tempat atau ruangan untuk memerah ASI yang tenang dan nyaman.
* Kompres payudara dengan air hangat. Gunakan handuk kecil, waslap, atau kain lembut lainnya.
* Mulailah mengurut payudara dengan langkah sebagai berikut:
A. Massage
* Pergunakan 2 jari, yaitu telunjuk dan jari tengah. Tangan kanan mengurut payudara kiri dan tangan kiri mengurut payudara kanan.
* Bila payudara besar, gunakan keempat jari.
* Dengan tekanan ringan, lakukan gerakan melingkar dari dasar payudara dengan gerakan spiral ke arah puting susu.
B. Stroke
* Dengan menggunakan jari-jari tangan, tekan-tekanlah payudara secara lembut. Dari dasar payudara ke arah puting susu dengan garis lurus, kemudian dilanjutkan secara bertahap ke seluruh bagian payudara.
* Dengan menggunakan sisir yang bergigi lebar, "sisirlah" payudara secara lembut, dari dasar payudara ke arah puting susu.
* Dengan ujung jari, lakukan stroke dari dasar payudara ke arah puting susu.
C. Shake
Dengan posisi tubuh condong ke depan, kocok/goyangkan payudara dengan lembut, biarkan daya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengeluaran ASI.
Teknik memerah ASI dengan tangan metode massage, stroking, dan shaking yang disebut metode Marmet dikembangkan oleh Chele Marmet, seorang Lactation Consultant yang menjadi Direktur Lactation Institute di California.
MEMERAH DENGAN TANGAN
1. Letakkan ibu jari di atas kalang payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bawah sekitar 2,5 3,8 cm di belakang puting susu membentuk huruf C. Anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi/arah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan. Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga "gudang" ASI berada di bawahnya.
2. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.
3. Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah kalang payudara di belakang puting susu. Jangan menggesekkan ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.
4. Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari ke arah jam 5, lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.
5. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil menekan gudang ASI. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.
Niat memberikan ASI eksklusif saja ternyata tidak cukup. Banyak ibu menghadapi kendala, seperti keharusan kembali bekerja. Demi memenuhi hak bayi mendapatkan ASI, ibu harus berupaya lebih. Tinggalkan ASI di rumah sementara ibu bekerja. Toh, ASI bisa diperah, disimpan, untuk kemudian diberikan kepada si kecil. Untuk itulah perlunya keterampilan memerah, terutama bagi ibu yang berhalangan memberikan ASI-nya secara langsung.
PERSIAPAN MEMERAH
Inilah tahapan persiapan memerah ASI:
* Cuci bersih kedua tangan ibu dengan benar dan menggunakan sabun.
* Usahakan relaks dan pilihlah tempat atau ruangan untuk memerah ASI yang tenang dan nyaman.
* Kompres payudara dengan air hangat. Gunakan handuk kecil, waslap, atau kain lembut lainnya.
* Mulailah mengurut payudara dengan langkah sebagai berikut:
A. Massage
* Pergunakan 2 jari, yaitu telunjuk dan jari tengah. Tangan kanan mengurut payudara kiri dan tangan kiri mengurut payudara kanan.
* Bila payudara besar, gunakan keempat jari.
* Dengan tekanan ringan, lakukan gerakan melingkar dari dasar payudara dengan gerakan spiral ke arah puting susu.
B. Stroke
* Dengan menggunakan jari-jari tangan, tekan-tekanlah payudara secara lembut. Dari dasar payudara ke arah puting susu dengan garis lurus, kemudian dilanjutkan secara bertahap ke seluruh bagian payudara.
* Dengan menggunakan sisir yang bergigi lebar, "sisirlah" payudara secara lembut, dari dasar payudara ke arah puting susu.
* Dengan ujung jari, lakukan stroke dari dasar payudara ke arah puting susu.
C. Shake
Dengan posisi tubuh condong ke depan, kocok/goyangkan payudara dengan lembut, biarkan daya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengeluaran ASI.
Teknik memerah ASI dengan tangan metode massage, stroking, dan shaking yang disebut metode Marmet dikembangkan oleh Chele Marmet, seorang Lactation Consultant yang menjadi Direktur Lactation Institute di California.
MEMERAH DENGAN TANGAN
1. Letakkan ibu jari di atas kalang payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bawah sekitar 2,5 3,8 cm di belakang puting susu membentuk huruf C. Anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi/arah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan. Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga "gudang" ASI berada di bawahnya.
2. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.
3. Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah kalang payudara di belakang puting susu. Jangan menggesekkan ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.
4. Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari ke arah jam 5, lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.
5. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil menekan gudang ASI. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.
Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan dengan tangan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, meliputi:
- Massage, stroke, dan shake.
- Perah kedua payudara selama 5-7 menit tiap payudara.
- Massage, stroke dan shake.
- Perah kedua payudara selama 3-7 menit tiap payudara.
- Massage, stroke dan shake.
- Perah kedua payudara selama 2-3 menit tiap payudara.
Sebagai catatan, waktu yang dibutuhkan untuk memerah ASI di atas hanyalah patokan saja. Bila pasokan ASI sudah baik/banyak, patokan tersebut dapat diabaikan karena patokan waktu ini bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali. Yang justru harus diperhatikan adalah aliran ASI. Bila mulai berkurang alirannya segera ganti dengan memerah payudara berikutnya.
Rabu, 28 Oktober 2009
Tips Memerah ASI
• Memerah ASI lebih mudah dilakukan bila anda dalam keadaan relaks & cobalah untuk menarik napas dalam-dalam
• Rutinitas dapat membantu proses relaksasi tubuh, siapkan pompa, lihat album foto bayi, buat secangkir teh atau hal-hal lainnya dapat anda lakukan menjadi semacam ritual persiapan
• Kebanyakan wanita merasa lebih mudah memerah ASI bila bersama bayi. Bila anda tidak dapat berada dalam satu ruangan dengan bayi, melihat foto bayi, mencium bau bayi atau membayangkan anda sedang menyusui bayi mungkin dapat membantu
• Jangan cemaskan jumlah ASI yang anda peroleh, bayi lebih efektif mendapatkan ASI bila langsung menyusu pada anda, dan mencemaskan bahwa anda tidak memperoleh ASI sebanyak yang diperlukan akan membuat tubuh melepaskan adrenalin, yang bekerja melawan oksitosin yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi ASI
• Pastikan anda memerah hingga mendapatkan Hind Milk, yaitu ASI yang lebih pekat dan putih, yang keluar setelah ASI pertama yang lebih encer
• Kebanyakan wanita mendapatkan beberapa Let-Down dalam satu sesi pemerahan Jadi jika anda merasa aliran ASI agak berkurang, lebih baik pemerahan tetap diteruskan sambil menunggu Let-Down berikutnya. Let-Down terasa sebagai suatu sensasi tertentu di daerah payudara yang diikuti aliran ASI yang deras, dirasakan beberapa menit setelah bayi menyusu. Let-Down dapat terjadi dengan menyusui, melihat, mendengar bayi menangis atau hanya dengan memikirkan bayi)
• Sebaliknya, memerah lebih dari 20 menit pada satu payudara tidak direkomendasikan karena akan merusak payudara
• Pijatan dari bagian luar payudara ke arah putting dan gerakan jari yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil akan membantu payudara agar siap untuk diperah, dan dapat dilakukan setiap aliran ASI dirasakan berkurang
• Anda mungkin akan lebih mudah memerah selagi bayi menyusu pada payudara lainnya. Hal ini memerlukan keahlian tertentu dan mungkin diperlukan bantuan dari orang lain
• Mengompres payudara dengan handuk hangat atau mandi air hangat juga dapat membantu
• Bila anda memerah secara rutin, cobalah untuk memerah pada waktu dan tempat yang sama. Tubuh anda akan beradaptasi dengan cepat
• Jangan terkejut bila pada sesi-sesi pertama pemerahan anda tidak mendapatkan banyak ASI. Cobalah lagi hari berikutnya pada waktu yang berbeda, dan lihat hasilnya
• Kebanyakan wanita dapat memperoleh lebih banyak ASI perah pada pagi hari ketimbang malam hari. Produksi ASI bervariasi sepanjang hari dan dari hari ke hari, jadi jangan berharap anda akan selalu mendapatkan jumlah ASI yang sama
• Jika anda berusaha untuk meningkatkan produksi ASI perah, cobalah untuk memerah pada malam hari sebelum tidur. Walaupun produksi ASI anda mungkin tidak banyak, rata-rata jumlah hormon di dalam tubuh menunjukkan bahwa menyusui atau memerah ASI di malam hari merupakan waktu dimana persediaan paling banyak.
• Kebanyakan ahli berpendapat diperlukan waktu 3 hari untuk menstimulasi tubuh agar dapat memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan. Jadi jika anda menambahkan sesi pemerahan, tambahkan pula sesi menyusui kepada bayi sampai tercapai jumlah produksi ASI yang diinginkan.
• Penelitian menunjukkan pemerahan dengan menggunakan tangan menghasilkan ASI yang lebih banyak mengandung Hind Milk yang kaya lemak dibandingkan dengan menggunakan pompa, dan ASI yang mengandung Hind Milk ini akan lebih banyak diperoleh bila kedua payudara diperah pada saat yang sama
• Bila anda memerah dari satu payudara, dianjurkan untuk memerah sampai aliran ASI berkurang secara signifikan, baru kemudian perahlah payudara lainnya, dan seterusnya dilakukan secara bergantian
Diterjemahkan oleh Dini dari General Expressing Milk, www.breastfeedingandbabywearing.co.uk
Kontribusi artikel oleh Dera Natalia, berdasarkan sharing pengalaman di milis BeingMoM
• Rutinitas dapat membantu proses relaksasi tubuh, siapkan pompa, lihat album foto bayi, buat secangkir teh atau hal-hal lainnya dapat anda lakukan menjadi semacam ritual persiapan
• Kebanyakan wanita merasa lebih mudah memerah ASI bila bersama bayi. Bila anda tidak dapat berada dalam satu ruangan dengan bayi, melihat foto bayi, mencium bau bayi atau membayangkan anda sedang menyusui bayi mungkin dapat membantu
• Jangan cemaskan jumlah ASI yang anda peroleh, bayi lebih efektif mendapatkan ASI bila langsung menyusu pada anda, dan mencemaskan bahwa anda tidak memperoleh ASI sebanyak yang diperlukan akan membuat tubuh melepaskan adrenalin, yang bekerja melawan oksitosin yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi ASI
• Pastikan anda memerah hingga mendapatkan Hind Milk, yaitu ASI yang lebih pekat dan putih, yang keluar setelah ASI pertama yang lebih encer
• Kebanyakan wanita mendapatkan beberapa Let-Down dalam satu sesi pemerahan Jadi jika anda merasa aliran ASI agak berkurang, lebih baik pemerahan tetap diteruskan sambil menunggu Let-Down berikutnya. Let-Down terasa sebagai suatu sensasi tertentu di daerah payudara yang diikuti aliran ASI yang deras, dirasakan beberapa menit setelah bayi menyusu. Let-Down dapat terjadi dengan menyusui, melihat, mendengar bayi menangis atau hanya dengan memikirkan bayi)
• Sebaliknya, memerah lebih dari 20 menit pada satu payudara tidak direkomendasikan karena akan merusak payudara
• Pijatan dari bagian luar payudara ke arah putting dan gerakan jari yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil akan membantu payudara agar siap untuk diperah, dan dapat dilakukan setiap aliran ASI dirasakan berkurang
• Anda mungkin akan lebih mudah memerah selagi bayi menyusu pada payudara lainnya. Hal ini memerlukan keahlian tertentu dan mungkin diperlukan bantuan dari orang lain
• Mengompres payudara dengan handuk hangat atau mandi air hangat juga dapat membantu
• Bila anda memerah secara rutin, cobalah untuk memerah pada waktu dan tempat yang sama. Tubuh anda akan beradaptasi dengan cepat
• Jangan terkejut bila pada sesi-sesi pertama pemerahan anda tidak mendapatkan banyak ASI. Cobalah lagi hari berikutnya pada waktu yang berbeda, dan lihat hasilnya
• Kebanyakan wanita dapat memperoleh lebih banyak ASI perah pada pagi hari ketimbang malam hari. Produksi ASI bervariasi sepanjang hari dan dari hari ke hari, jadi jangan berharap anda akan selalu mendapatkan jumlah ASI yang sama
• Jika anda berusaha untuk meningkatkan produksi ASI perah, cobalah untuk memerah pada malam hari sebelum tidur. Walaupun produksi ASI anda mungkin tidak banyak, rata-rata jumlah hormon di dalam tubuh menunjukkan bahwa menyusui atau memerah ASI di malam hari merupakan waktu dimana persediaan paling banyak.
• Kebanyakan ahli berpendapat diperlukan waktu 3 hari untuk menstimulasi tubuh agar dapat memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan. Jadi jika anda menambahkan sesi pemerahan, tambahkan pula sesi menyusui kepada bayi sampai tercapai jumlah produksi ASI yang diinginkan.
• Penelitian menunjukkan pemerahan dengan menggunakan tangan menghasilkan ASI yang lebih banyak mengandung Hind Milk yang kaya lemak dibandingkan dengan menggunakan pompa, dan ASI yang mengandung Hind Milk ini akan lebih banyak diperoleh bila kedua payudara diperah pada saat yang sama
• Bila anda memerah dari satu payudara, dianjurkan untuk memerah sampai aliran ASI berkurang secara signifikan, baru kemudian perahlah payudara lainnya, dan seterusnya dilakukan secara bergantian
Diterjemahkan oleh Dini dari General Expressing Milk, www.breastfeedingandbabywearing.co.uk
Kontribusi artikel oleh Dera Natalia, berdasarkan sharing pengalaman di milis BeingMoM
Langganan:
Postingan (Atom)

