Selasa, 12 Januari 2010

Curhat bunda..

Pagi ini bunda sedihhh banget. Ruangan yang biasa bunda pake buat perah asi dikunci. Karna didalamnya diisi produk baru Perusahaan. Harusnya bukan disitu tempatnya, tapi karna gudang penuh plus produk itu baru diimpor dari China jadi biar lebih aman disimpan diruang itu yang ada kuncinya. Tapi yang paling mengenaskan ya nasib bunda dan shishil ini.

Ruangan yang selama ini bunda pake untuk perah asi sebenarnya ruang meeting kecil yang biasa dipake untuk staff sholat juga, jadi ruangan itu yang paling aman dan bersih untuk perah asi. Tapi karna dipake untuk simpan produk baru, otomatis dikunci, tanpa ijin bunda lagi yang selama ini jadi penghuni tetap dan bunda ga tau sampai kapan produk itu ada disana. Bunda bingung banget mo perah asi dimana lagi untuk hari ini. Di pantry ga mungkin karna banyak yang keluar masuk; otomatis mengganggu kegiatan bunda, digudang kecil kantor lebih ga mungkin karna selain banyak yang keluar masuk; tempatnya juga berantakan dan kotor, masa harus di toilet???

Ya Allah mudahkanlah tugas hamba hari ini dan seterusnya untuk menyediakan asi bagi bidadari kecil hamba, untuk memberikan hak anakku yang Kau titipkan ditubuhku, untuk memberikan cairan emas ini bagi buah hatiku, agar cintaku itu tumbuh sehat, kuat, cerdas seperti ciri muslim yang lebih Kau sukai.

Fiuuhhh.. gimana nasib anakku hari ini ya?? Masih mampukah aku menyediakan asi seperti yang dia minum selama ini. Apa aku perah ditoilet saja? Apa steril asinya? Tapi kalo aku ga perah gimana nasib buah hatiku?? Selama ini dia sudah stop mengkonsumsi sufor?? Ohh No...

Doakan bunda ya cinta agar tetap semangat menyediakan asi untukmu ya.. Bunda tetap barus semangat, sesulit apapun kondisinya, sekalipun harus memerah ditoilet atau dipinggir jalan; kegiatan memerah harus tetap jalan. Karna hanya asi yang terbaik untuk shishil dan hanya asi yang shishil butuhkan untuk kesempurnaan pertumbuhannya. Hidup ASI.. Go ASI..

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...